Kekeringan Landa 9 Kecamatan di Lamongan, 7.041 Ha Tanaman Padi Rusak
LAMONGAN, iNews.id – Sedikitnya 7.041 hektare (ha) lahan padi di sembilan kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), rusak akibat kekeringan. Kurangnya pasokan air membuat tanaman padi mengering dan mati. Ratusan petani pun merugi.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan, dari total seluruh tanaman padi yang rusak, 2.067 ha di antaranya mengalami rusak ringan, 1.555 ha rusak sedang, 1.045 ha rusak berat, dan 2.014 ha mengalami puso atau gagal panen.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkabunan Kabupaten Lamongan Hartiwi Sistri Utami mengatakan, kekeringan menyebar di sejumlah kecamatan. Namun, kondisi paling parah terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tikung, Sugiyo dan Sarirejo. “Tiga kecamatan ini paling parah. Sampai gagal panen,” katanya.
Hartiwi mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk melawan kondisi alam tersebut. Apalagi sumber irigasi cadangan juga tidak ada. Karena itu pihaknya hanya bisa mengimbau petani untuk memperhatikan pola tanam padi sesuai anjuran pemerintah.
“Ini kondisi alam, tidak bisa dilawan. Maka yang terpenting adalah menjaga pola tanam. Misalnya dengan mengganti tanaman padi dengan jenis tanaman tahan kering sehingga petani tidak merugi,” tuturnya.
Sementara itu, sejumlah petani tetap berupaya menyelamatkan tanaman padi mereka dengan mengairi sawah menggunakan air sumur. Namun, tak sedikit pula yang hanya bisa pasrah karena tidak ada lagi sumber air yang bisa dimanfaatkan. Ponari misalnya, memilih memotong tanaman padinya untuk makanan ternak karena tanaman sudah tidak bisa diselamatkan.
“Tak ada aliran air sama sekali. Aliran irigasi dari waduk juga tidak ada. Maka terpaksa saya potong untuk makanan ternak,” ujarnya.
Editor: Maria Christina