Kejari Tahan Tersangka Kasus Korupsi Distribusi Pupuk Subsidi di Madiun

Antara · Rabu, 25 Januari 2023 - 11:52:00 WIB
Kejari Tahan Tersangka Kasus Korupsi Distribusi Pupuk Subsidi di Madiun
Kejaksaan menahan tersangka kasus dugaan korupsi distribusi pupuk bersubsidi tahun 2019 di Madiun. (Foto: Antara)

MADIUN, iNews.id - Kejaksaan menahan mantan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Suyatno, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi distribusi pupuk bersubsidi tahun 2019. Kerugian keuangan negara akibat dugaan korupsi tersebut mencapai Rp1,064 miliar.

"Tersangka ditahan di rutan Kejaksaan Tinggi Jatim selama 20 hari ke depan," ujar Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Madiun Ardhitia Harjanto, Selasa (24/1/2023).

Sebelum digelandang ke mobil tahanan, Suyatno menjalani pemeriksaan selama empat jam di ruang pemeriksaan Kejari Kabupaten Madiun.

Selain itu, tim Pidana Khusus Kejari setempat juga menghadirkan petugas medis untuk memeriksa kesehatan mantan Plt Kepala Bidang Tanaman dan Kasi Sarana Prasarana dan Alat Mesin Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Madiun itu.

Menurut Ardhitia, dalam kasus tersebut, Suyatno diduga melakukan penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi dengan memanipulasi data penerima menggunakan nama-nama yang bukan anggota kelompok tani dengan tujuan untuk menambah luasan tanam.

Dalam kasus tersebut Suyatno tidak sendirian. Dharto selaku Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Mitra Rosan yang berperan sebagai distributor penyaluran pupuk subsidi juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun tersangka Dharto telah ditetapkan sebagai tahanan kota sejak tanggal 24 Desember 2022 karena kondisinya yang sakit struk.

Berdasarkan hasil audit, kerugian keuangan negara akibat korupsi tersebut mencapai hingga sebesar Rp1,064 miliar.

Dalam kasus tersebut Dharto dinilai melanggar primer Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan tersangka Suyatno dikenakan pasal 56 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana, yakni korupsi secara bersama-sama.

Editor : Rizky Agustian

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: