Kecelakaan Minibus Rombongan Guru SMP di Tol Paspro Probolinggo Diduga karena Sopir Ngantuk

Hana Purwadi ยท Minggu, 24 November 2019 - 16:20 WIB
Kecelakaan Minibus Rombongan Guru SMP di Tol Paspro Probolinggo Diduga karena Sopir Ngantuk
Minibus rombongan guru SMP Sumberbaru, Jember menabrak pembatas jalan di Tol Paspro Probolinggi, Minggu (24/11/2019) pagi. Satu orang tewas dan belasan luka-luka akibat kejadian itu. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Satu orang tewas dan belasan luka-luka akibat minibus rombongan guru SMP Negeri 1 Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur menabrak pembatas jalan di Tol Pasuruan-Probolingo (Paspro) KM 822 Desa Wringin Anom, Kabupaten Probolinggo, Minggu (24/11/2019).

Belum diketahui penyebab kecelakaan maut itu, namun dugaan sementara akibat sopir minibus, M Sueb (38) mengantuk.

Korban tewas diketahui bernama, Subuh Yulianto (50), warga Jember. Sedangkan dua korban kritis yakni, Sri Muasih (58) dan Endang Mulyana (45). Kedua korban kini dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

BACA JUGA: Rombongan Guru dari Jember Kecelakaan di Tol Probolinggo, 1 Orang Tewas

Diperoleh informasi, kecelakaan maut itu bermula saat minibus rombongan guru SMP Negeri 1 Sumberbaru Jember nopol N 7259 UA yang berjumlah 16 orang hendak ke Surabaya untuk menghadiri apel akbar Hari Guru yang digelar PGRI Provinsi Jatim.

Nahas, tiba di lokasi kejadian, minibus tiba-tiba oleng dan menabrak separator jalan. “Saya lihat kondisi kendaraan bagus, jumlah penumpang juga tidak overload. Ya, apes namanya kecelakaan,” kata korban selamat, Basori Fainur Rohmat.

Dia menduga kecelakaan terjadi lantaran sopir minibus tidak dalam kondisi prima. “Untuk sopir saya kurang tahu, mungkin ngantuk atau gimana,” katanya.

Kasat PJR Polda Jawa Timur, Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmanto mengatakan, dugaan sementara kecelakaan terjadi karena pengemudi yang kelelahan dan mengantuk.

"Pengemudi mengantuk saat mengemudi terlebih situasi jalan yang sepi dan lengang sehingga lalai memacu kendaraannya cukup kencang," ujar Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmanto.

Sementara itu, dua korban yang kondisinya kritis sempat dibawa ke RSUD Tongas. Namun, oleh pihak medis akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Kondisi dua pasien yang kritis ini mengalami luka patah tulang di panggul. Kita rujuk ke Surabaya,” kata Dirut RSUD Tongas, dr Hariawan.


Editor : Kastolani Marzuki