Kebakaran di Gunung Lawu Magetan, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Asfi Manar ยท Sabtu, 16 November 2019 - 12:39 WIB
Kebakaran di Gunung Lawu Magetan, Jalur Pendakian Ditutup Sementara
Petugas BPBD Magetan menunjukkan titik api pada layar monitor pencitraan kawasan Hutan Gunung Lawu. (Foto: iNews/Asfi Manar)

MAGETAN, iNews.idKebakaran hutan melanda kawasanmLereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur. Api pertama kali terlihat sejak Jumat (15/11/2019) dan tersebut membesar. Upaya pemadaman dengan mengerahkan petugas gabungan masih dilakukan hingga Sabtu (16/11/2019) siang.

Proses pemadaman diperkirakan akan membutuhkan waktu cukup lama karena area terbakar merambah hingga puncak gunung serta titik api berada pada lokasi yang sulit terjangkau. Selain itu, lokasi kebakaran juga tidak jauh dari kawasan hutan produktif dan lahan yang dikelola warga.

Kasi Darlog BPBD Magetan Ferry Yoga Saputra mengatakan, titik api ada di wilayah petak 55, Desa Bedagung, Kecamatan Panekan. Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Perhutani maupun relawan berusaha secepatnya melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

“Beberapa kendala di lapangan karena banyak pohon yang roboh. Untuk petugasnya sudah banyak, tetapi tiupan angin di atas cukup kencang hingga menyulitkan proses pemadaman,” ujarnya, Sabtu (15/11/2019).

Menyusul kebakaran lereng Gunung Lawu, aktivitas pendakian ditutup untuk sementara. Penutupan ini diberlakukan pada jalur pendakian Cemoro Sewu karena dinilai membahayakan sejak Jumat malam.

Akibatnya, pendaki yang telah datang harus mengurungkan niatnya. Mereka saat ini tampak memilih menunggu di pos relawan pintu masuk pendakian sambil menunggu perkembangan selanjutnya.

“Kalau masih seperti ini (ditutup) rencananya akan pulang saja karena hari Senin sudah harus masuk kerja,” kata Ramzy, salah satu pendaki gunung.

Petugas Perhutani Paijo mengaku belum mengetahui sampai kapan penutupan jalur pendakian. Keputusan ini harus dilakukan karena kondisi saat ini belum membaik dan asap kebakaran hutan masih terlihat.

“Pendakian sementara ini kami tutup, soal kapan dibukanya lagi tergantung perkembangan kondisi kebakaran, saya tak bisa pastikan,” ujar Paijo.


Editor : Donald Karouw