Kebakaran, 6.000 Ekor Ayam Milik Peternak di Blitar Hangus Terpanggang

Solichan Arif ยท Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:31:00 WIB
Kebakaran, 6.000 Ekor Ayam Milik Peternak di Blitar Hangus Terpanggang
Bangunan kandang habis terbakar. Seluh ternak ayam juga mati terpanggang, Jumat (Foto: Sindonews/Sholichan Arif)

BLITAR, iNews.id - Kandang peternakan ayam di Dusun Blumbang, Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, terbakar, Jumat (30/10/2020). Sebanyak 6.000 ayam hangus terbakar dalam musibah ini.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Namun, besarnya kobaran api membuat petugas kesulitan. Dalam waktu sekejap bangunan beserta 6.000 ekor ayam pun terpanggang.

Belum diketahui penyebab kebakaran ini. Namun, dugaan sementara api berasal dari blower pemanas yang menggunakan tabung elpiji. “Diduga disebabkan blower pemanas,” ujar Kasi Investigasi Pemadam Kebakaran Bidang Linmas Satpol PP Kabupaten Blitar Tedy Prasojo, Jumat (30/10/2020).

Informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran berlangsung sekitar pukul 04.25 WIB dini hari. Menurut kesaksian penjaga kandang, api muncul pertama kali dari arah barat kandang, yakni lokasi blower pemanas yang bagian atasnya diberi sekam padi.

Beberapa saat kemudian api menyambar apa saja di dalam kandang dan menjalar ke mana-mana. Banyaknya bahan yang mudah terbakara membuat api cepat menyebar.

“Sebagian besar bahannya campuran kayu dan bambu dengan tiang cor serta beratap asbes. Pada alas bambu di atasnya diberi sekam padi dan pemanas api dari gas elpiji yang diblower,” kata Tedy.

Saat api muncul pertama kali, pemilik peternakan ayam, yakni Andy Wahyudi (41) warga setempat sedang tidak berada di tempat. Andi baru datang ke lokasi saat api sudah berkobar hebat.

Saat itu di lokasi kebakaran terdapat tiga orang pekerja kandang. Dibantu warga dengan alat seadanya, proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. “Sebab kandang ayamnya tergolong luas dan api sudah menjalar kemana mana,” katanya.

Setelah api berhasil dipadamkan, dari puing-puing reruntuhan kandang petugas mengumpulkan satu unit blower yang ludes terbakar. Kemudian satu tabung gas elpiji tiga kilogram, kayu bekas, dan sisa asbes yang semuanya dalam kondisi hangus. “Semua dikumpulkan sebagai barang bukti,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik peternakan, Adi Wahyudi terlihat syok. Dia mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp350 juta. Pasalnya, sebanyak 6.000 ekor ayam hangus terbakar.


Editor : Ihya Ulumuddin