Kasus Suami Bakar Istri di Surabaya, Motif Sakit Hati Gegara Minta Cerai Lewat WA

Ihya Ulumuddin, Nur Syafei ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 18:33 WIB
Kasus Suami Bakar Istri di Surabaya, Motif Sakit Hati Gegara Minta Cerai Lewat WA
Pelaku Maspuryanto (36) yang tega membakar istrinya di Surabaya, Jatim. (Foto: iNews/Nur Syafei)

SURABAYA, iNews.id – Polisi mengungkap Kasus suami bakar istri di Surabaya, Jawa Timur. Pelaku Maspuryanto (36), ditangkap saat hendak pulang ke rumahnya di Desa Bulumulyo, Kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah (Jateng).

Pengakuan pelaku, dia tega membakar istrinya Putri Nalurita (19) lantaran korban meminta untuk diceraikan. Di mana permintaan cerai itu disampaikan korban melalui WhatsApp (WA).

Hal ini memicu kemarahan Puryanto. Dia terkejut dan tidak terima, apalagi tak ada alasan jelas yang melatarbelakangi permintaan cerai tersebut. Selama menikah, dia merasa tidak pernah berlaku kasar apalagi selingkuh. Dia juga yakin istrinya tidak berbuat serong.

“Saya emosi. Istri saya minta cerai lewat WA pada hari Selasa. Tidak ada alasan apa-apa,” katanya di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (17/10/2019).

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, pelaku dan korban baru 1,5 bulan menikah. Namun, biduk rumah tangga mereka tak harmonis. Puncaknya korban pulang ke rumah orangtuanya di Tuban pada Minggu (13/10/2019).

“Nah, pada Selasa itu, dia kembali ke Surabaya ditemani orangtuanya. Tujuannya untuk berkemas-kemas. Saat itulah terjadi cekcok yang berujung pembakaran,” katanya.  

Pelaku menggunakan bahan bakar pertalite sisa pakai untuk motornya. Awalnya, dia hanya ingin menakut-nakuti. Pertalite dalam plastik itu dipegang tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang korek api.

“Saat itu, pelaku dalam posisi berdiri, sedangkan korban duduk di kasur. Krban spontan berdiri dan menyenggol korek api hingga memercik ke bungkusan pertalite lantas terbakar,” katanya.

Sebelumnya, seorang pria di Surabaya, Maspurwanto (36) tega membakar istrinya, Putri Nalurita (19), Selasa (15/10/2019). Tindakan keji ini dilakukan setelah keduanya cekcok di rumah kos, kawasan Jalan Ketintang Baru 2A, Nomor 3A, Kota Surabaya.

Akibat pembakaran ini, Putri mengalami luka bakar cukup serius dan harus dilarikan ke RSUD Dr Soetomo. Sementara pelaku melarikan diri menggunakan motor milik penjaga rumah kos Heri Suhandoyo.

Sehari setelah pembakaran, pelaku mengembalikan motor milik Heri. Motor diletakkan di sebuah minimarket tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, pelaku kabur lagi menuju terminal Purabaya Bungurasih hingga akhirnya ditangkap polisi.


Editor : Donald Karouw