Kasus Dugaan Suap Mantan Gubernur Sumut, Rijal Sirait Diperiksa KPK

Stepanus Purba ยท Selasa, 30 Januari 2018 - 16:37:00 WIB
Kasus Dugaan Suap Mantan Gubernur Sumut, Rijal Sirait Diperiksa KPK
Anggota DPD RI Rijal Sirait. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 Rijal Sirait diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Dia mengaku, dicecar 17 pertanyaan oleh penyidik KPK yang memeriksanya di Mako Brimobdasu Medan. "Pertanyaan pertama yang disampaikan adalah kenapa ada interpelasi. Selanjutnya kenapa laporan pertanggungjawaban (LPJ) tidak ditolak setelah interpelasi," ungkap Rijal setelah diperiksa, Selasa (30/1/2018).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu mengaku menjawab seluruh pertanyaan yang disampaikan tim penyidik. "Penyidik juga menanyakan siapa-siapa saja anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 yang menarik tanda tangan dukungan terkait dengan interpelasi kepada Gatot," jelas Rijal.

Rijal menegaskan, tidak menerima uang suap dari Gatot terkait hak interpelasi dan laporan pertanggungjawaban APBD Sumut. Dia menambahkan, tim penyidik KPK sedang mendalami proses penganggaran hingga penyerahan LPJ.

"Yang menjadi pertanyaan penyidik KPK adalah kenapa LPJ dari gubernur diterima sementara hak interpelasi anggota DPRD Sumut sedang digulirkan. Berarti ada uang ketok. Soal uang juga ditanyakan oleh penyidik, tapi kan saya enggak terima karena saya orang yang keras pada saat itu," katanya.

Rizal mengaku, tidak ada nama baru dalam daftar periksa KPK yang akan segera dipanggil. Diketahui, kata Rijal, KPK juga memeriksa Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Antoni Siahaan.

Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 yang juga turut diperiksa adalah Tohonan Silalahi. Namun, dia memilih bungkam saat dikerumuni wartawan. Tohonan sempat terlihat berdiri di halaman gedung belakang Mako Brimobdasu sembil menunggu untuk dijemput rekannya. Dia kemudian memilih kabur melalui pintu tengah yang mengarah ke pemukiman anggota Brimobdasu.

"Tanya sama KPK saja, jangan sama saya," kata Tohonan.

Aksi langkah seribu juga dilakukan Dermawan Sembiring pascaturun dari lantai 2 Gedung Utama Brimobdasu Medan. Saat melintas di tengah kalangan wartawan, Dermawan tampak menutupi wajahnya sambil menelpon seseorang.

"Sudah lah, sudah. Janganlah," ujarnya kemudian masuk ke dalam mobilnya dan meninggal Mako Brimobdasu.


Editor : Achmad Syukron Fadillah