Kapal Berpenumpang 10 ABK Hilang Kontak Usai Berlayar dari Gresik

Ashadi Iksan ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:13:00 WIB
Kapal Berpenumpang 10 ABK Hilang Kontak Usai Berlayar dari Gresik
Kantor KSOP Gresik yang sempat didatangi oleh keluarga dari para ABK. (Foto: SINDOnews/Ashadi Iksan)

GRESIK, iNews.id – Sebuah kapal yang berlayar dari Gresik, Jawa Timur (Jatim) dikabarkan hilang kontak. Kapal tersebut berisi 10 Anak Buah Kapal (ABK).

Kapal TB Imanuel WGSR 03 dikabarkan hilang di perairan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Gresik pada 22 Juli 2020 lalu.

Kasi Keselamatan Berlayar KSOP, Capt Masri T Randa Bunga membenarkan kabar itu. Menurutnya, kapal tersebut menggandeng tongkang bermuatan bahan bangunan.

“Total ada 12 ABK. Sebanyak 10 orang berada di kapal dan dua orang di atas tongkang,” katanya, Kamis (13/8/2020).

Dia mengaku, pada 6 Agustus 2020 lalu mendapat laporan jika kapal itu hilang di perairan Bima NTB. Kapal dan tongkang terpisah karena tali penghubung putus.

“Berdasarkan laporan yang didapat, kapal yang hilang itu terbakar. Namun tidak ada yang mengetahui peristiwa itu, karena terjadi sekitar pukul 03.00 WIT,” katanya.

Sementara tongkang yang terpisah ditemukan nelayan di Pulau Sarage, wilayah Likung Tangaya. Dua orang yang ada di atas tongkang berhasil selamat yakni Hamzah dan Lukman.

Sementara kapal yang berisi 10 ABK, hingga kini belum ditemukan. Dia mengaku telah mengupayakan agar Basarnas kembali melakuka pencarian.

Berikut data 10 ABK yang belum ditemukan yakni Rustam Efendi (nakhoda), Robby Dwi Premadi (mualim 1), Ahmad Mahfutson (mualim 2), Ahmad Efendi (KKM), Denis Taditya Ermandra (masinis II), Bayu Santoso (masinis III). Selain itu ada Arief Damar Jumanto, Rahmad Hermawan dan Sahir Juana yang merupakan juru mudi, terakhir Medy Yosua K Sllay, seorang juru masak.

Sementara keluarga dari puluhan ABK yang hilang ramai-ramai mendatangi Kantor KSOP. Mereka meminta bantuan melakukan penelusuran tentang nasib keluarga mereka.

Salah satu anggota keluarga dari mualim I, Achoirul Jaya Fatriana Achmad mengatakan, suaminya terakhir bisa dihubungi pada 30 Juli 2020.

“Keesokan harinya, 31 Juli sudah lepas kontak sampai sekarang," katanya.

Dirinya mengaku hanya mendapatkan kabar tidak pasti dari berbagai pihak. Ada yang melaporkan jika kapal itu kebakaran hingga terpisah dengan tongkang, namun sampai saat ini masih belum diketahui keberadaannya.


Editor : Umaya Khusniah