Kabar Gembira, Pemkot Surabaya Naikkan Biaya Operasional RT 100 Persen

Hari Tambayong · Rabu, 07 April 2021 - 21:40:00 WIB
Kabar Gembira, Pemkot Surabaya Naikkan Biaya Operasional RT 100 Persen
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kiri) menyerahkan buku rekening secara simbolis kepada perwakilan RT, Rabu (7/4/2021). (Foto: iNews.id/Hari Tambayong).

SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menaikkan biaya operasional RT, RW serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) hingga 100 persen. Kenaikan biaya operasional itu, sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat agar layanan masyarakat di tingkat RT, RW dan kelurahan lebih baik.

Kenaikan biaya operasional ini disampaikan langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (7/4/2021) sore itu. Acara ini dihadiri 93 tokoh masyarakat. Mereka yang mewakili 9.126 Ketua RT, 1.360 Ketua RW dan 154 Ketua LPMK se-Surabaya. Penyerahan biaya operasional itu diserahkan Eri berupa buku rekening.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, kenaikan biaya operasional sebesar 100 persen tersebut merupakan apreasiasi pemimpin setempat sebagai ujung tombak kesejahteraan warga. Menurutnya, kini RT, RW dan LPMK sudah menjadi bagian sistem Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Selain itu, ke depan Cak Eri meminta pelayanan publik dapat dilakukan di tingkat RT dan RW.

“Jika ini sudah jalan saya yakin Surabaya lebih cepat lagi dalam memberikan pelayanan publik. Saya berikan kepercayaan kepada RT, RW dan LPMK untuk sama-sama kita libatkan dalam menjaga dan memberikan pelayanan kepada warga. Jadi dari warga untuk warga pula,” katanya.

Eri mengurai, program pelayanan publik itu di antaranya seperti pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akte kematian, surat pindah. Hal itu menjadi penting dilakukan agar warga semakin mudah, cepat dan dekat sebab persoalan pelayanan dapat terselesaikan di tingkat RT/RW. Tidak hanya itu, Eri juga menginginkan pembangunan kota tidak hanya dari pemerintah kepada masyarakatnya saja, akan tetapi membangun pula rasa cinta antar warga.

“Sebab pemerintah di tingkat kelurahan merupakan ujung tombak dalam sektor pembangunan. Jadi mereka yang paling dekat dengan warga,” katanya.

Bahkan, apabila program itu dapat dijalankan dengan baik maka, tak tanggung-tanggung Eri akan memberikan kenaikan lagi biaya operasional tersebut. Namun apabila dalam pelaksanaan para RT/RW serta LPMK melakukan kecurangan atau tidak adil melayani masyarakat maka dia pastikan dapat untuk memberhentikan atau mencopot jabatan itu.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2