Jutaan Pil Dobel L Dikirim lewat Ekspedisi PT KAI, Sopir dan PRT Dijanjikan Upah Besar

Avirista Midaada · Selasa, 12 Januari 2021 - 20:45:00 WIB
Jutaan Pil Dobel L Dikirim lewat Ekspedisi PT KAI, Sopir dan PRT Dijanjikan Upah Besar
Polres Malang Kota merilis peredaran pil dobel L jutaan butir, Selasa (12/1/2021). (Foto: MNC Portal Indonesia/Avirista Midaada) 

KOTA MALANG, iNews.id – Sopir dan PRT asal Kota Malang, yang menjadi tersangka pengedar jutaan butir obat terlarang jenis pil dobel Ldijanjikan upah besar hingga Rp700.000 untuk sekali menerima paketan. Obat terlarang itu dikirim melalui paket ekspedisi PT KAI.

Saat ini Polresta Malang Kota masih memeriksa pelaku DTR dan AAS yang menjadi pemasok pil dobel L di wilayah Jawa Timur (Jatim). Polisi juga masih melakukan penyelidikan mengenai modus operandi pelaku yang mengirimkan obat terlarang melalui paket ekspedisi PT KAI.

"Dibawa kereta api, PT KAI kan ada ekspedisinya. Dibilang obat, tapi kan dia mengklasifikasikan lagi obatnya apa, masih dalam pendalaman kami," ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat konferensi pers, Selasa (12/1/2021). 

Kapolresta Malang Kota meminta pihak ekspedisi mana pun untuk lebih jeli dan detail menanyakan bila ada paket-paket mencurigan yang menjuruskan ke obat. Salah satunya supaya untuk strategi pencegahan semua untuk membantu untuk strategi pencegahan obat terlarang dan narkotika.

Leonardus Simarmata mengatakan, tersangka AAS alias Bolang ini mendapat kiriman pil dobel L dari pelaku inisial M yang dikenalnya selama tujuh bulan.

"Tersangka AAS ini mengenal M sudah tujuh bulan. Dia diiming-imingi keuntungan Rp700.000 per pengiriman sedangkan pengiriman berlangsung setiap minggu. Ini untuk didistribusikan ke seluruh Jawa Timur," kata Leonardus.

Sementara AAS dan DTR telah saling kenal selama dua tahun. Keduanya telah menjalankan bisnis haram itu selama tujuh bulan karena tergiur dengan keuntungannya.

"Yang mengirimkan barang M dan diterima oleh AAS setelah melalui komunikasi by phone. Kemudian DTR ini membantu penjualan. Tersangka AAS dan DTR ini sudah saling kenal selama dua tahun. Keuntungan penjualan oleh M dikirim by transfer," katanya.

Editor : Maria Christina