Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Bromo Semeru Tetap Sama di Tengah Terpaan Virus Korona

Antara ยท Sabtu, 14 Maret 2020 - 10:23 WIB
Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Bromo Semeru Tetap Sama di Tengah Terpaan Virus Korona
Wisatawan terlihat sedang menikmati suasana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur dari atas jeep. (Foto: Antara/Vicki Febrianto)

MALANG, iNews.id - Kunjungan  wisatawan ke kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terutama Gunung Bromo dan Semeru, Jawa Timur (Jatim) tak terpengaruh virus korona. Meski demikian, bulan Januari hingga pertengahan April biasanya memang merupakan low season lantaran masuk musim hujan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani, mengatakan peak season di TNBTS biasanya terjadi pada bulan Agustus dan Desember.

"Kita tunggu saja pada Agustus dan Desember mendatang, namun kami berharap merebaknya virus korona ini berhenti sampai di sini saja," kata Novita, Sabtu (14/3/2020).

Novita mengatakan dari Januari-Maret 2020, jumlah wisatawan ke Bromo dan Semeru rerata mencapai 500 orang per hari. Jumlah ini hampir sama dengan periode yang sama pada 2019.

Akibatnya, penyebab menurunnya jumlah kunjungan wisata ke TNBTS masih belum diketahui apakah karena memang low season atau virus korona.

Biasanya saat mulai memasuki musim kemarau di bulan April, jumlah pengunjung meningkat. Jika memasuki puncak kunjungan, jumlah wisatawan bisa mencapai 1.000-2.000 orang per hari.

Tahun 2019, jumlah wisatawan ke kawasan TNBTS mencapai 600.000 orang dan 22.000 orang diantaranya wisatawan mancanegara. Sebagian besar wisatawan mancanegara berasal dari Eropa, seperti Belanda, Jerman, dan Prancis.

Novi mengatakan tidak ada target kunjungan wisatawan karena arahnya pada edukasi dan keseimbangan ekosistem (lingkungan) di kawasan TNBTS. Bahkan, ada pembatasan jumlah wisatawan di area tertentu. Di antaranya di Pananjakan maksimal 982 wisatawan per hari, sedangkan di Semeru 600 wisatawan per hari.

"Pembatasan ini sudah diatur diatur oleh sistem, yakni pendaftaran 'online' (daring). Jadi, kalau kuota pendaftaran sudah terpenuhi secara otomatis akan dialihkan ke waktu yang longgar pengunjungnya," katanya.

Pun hingga saat ini, pihak TNBTS belum menerima protokol cara memperlakukan wisatawan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

"Kalau ada petunjuk dari protokol pemerintah, tentu kami akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.


Editor : Umaya Khusniah