Jumlah Kasus Kekerasan kepada Jurnalis Tahun 2019 Menurun Dibanding 2018

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 30 Desember 2019 - 18:34:00 WIB
Jumlah Kasus Kekerasan kepada Jurnalis Tahun 2019 Menurun Dibanding 2018
Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana (tengah), di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Sepanjang tahun 2019, terdapat 53 kasus kekerasan dialami wartawan media elektronik, cetak, maupun online (daring). Berdasarkan catatan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), jumlah ini turun dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 64 kasus.

“Tentang kekerasan terhadap pers Tahun 2019, IJTI yang di dalamnya masuk dalam Komite Keselamatan Jurnalis kami catat 53 (kasus) secara jumlah memang menurun,” kata Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (30/12/2019).

Dari jumlah 53 orang yang mendapatkan tindakan kekerasan pada tahun ini, 28 di antaranya merupakan jurnalis media online, 20 wartawan televisi, dan lima jurnalis media cetak.

Menurut Yadi, faktor yang mempengaruhi adanya kekerasan yang diterima jurnalis di antaranya tahun 2019 yang merupakan tahun politik. Tahun ini ditandai dengan adanya pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Selain tahun politik, faktor lain yang mempengaruhi adanya kekerasan terhadap jurnalis di antaranya beberapa peristiwa besar seperti revisi KUHP serta isu rasialisme yang menimbulkan gejolak sosial, terutama di wilayah Papua.

Walaupun jumlah itu menurun, Yadi meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas agar citra kebebasan pers di negeri ini tidak tercoreng. “Aparat kepolisian harus memiliki komitmen yang tinggi untuk menghilangkan kekerasan yang selama ini terjadi,” ujarnya.

Yadi menuturkan, pihaknya sudah melakukan advokasi terhadap beberapa jurnalis yang merasa mendapat perilaku kekerasan. Akan tetapi, sejumlah orang tersebut memiliki kesulitan saat berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“IJTI mendorong agar kasus kekerasan ini menjadi perhatian serius dari semua pihak terutama aparat penegak hukum pemerintah serta elemen yang konsisten menjaga kebebasan pers. Mari kita memerangi kekerasan terhadap pers di jalur hukum,” ucapnya.

Editor : Umaya Khusniah