Jombang Darurat Corona, 7.000 Santri Pondok Pesantren Dipulangkan

Mukhtar Bagus ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 10:36 WIB
Jombang Darurat Corona, 7.000 Santri Pondok Pesantren Dipulangkan
Ribuan santri di Jombang, Jatim disemprot disinfektan sebelum diberangkatkan ke daerah masing-masing.

JOMBANG, iNews.id – Lebih dari 7.000 santri dari Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur terpaksa dipulangkan menyusul status darurat Covid-19 di wilayahnya. Dengan menggunakan 90 bus, santri ini diberangkatkan pada Jumat (27/3/2020) ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Sebelum diberangkatkan, santri dikumpulkan di Gedung Olah Raga (GOR) Tambak Beras. Mereka disterilisasi dengan cara disemprot cairah disinfektan untuk meminimalisasi penyebaran virus corona.

Selain itu, bus yang akan digunakan juga sudah disterilkan sebelum digunakan. Untuk santri yang berasal dari luar Pulau Jawa, pemulangan akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Pengasuh Pesantren Tambakberas, KH Wafiyulahdi mengatakan, pemulangan ini terpaksa dilakukan lantaran Pemerintah Kabupaten Jombang menetapkan status darurat corona. Selama masa ini, santri tak dapat menjalankan kegiatan belajar di pesantren.

“Makanya pengasuh pondok memutuskan memulangkan mereka ke kampung halamannya masing-masing selama dua bulan,” katanya, Jumat (27/3/2020).

Nantinya, seluruh santri akan diturunkan di Alun-Alun Kota setiap kabupaten. Selanjutnya mereka akan dijemput keluarga masing-masing di alun-alun tersebut.

Untuk pemulangan ini, pihak pesantren juga mengaku telah berkirim surat kepada seluruh dinas kesehatan di setiap kabupaten kota yang akan menjadi tempat droping para santri. Hal ini agar setibanya di kota yang dituju, para santri tersebut juga bisa diperiksa kondisi kesehatan terlebih dahulu.

Namun bagi santri, dipulangkannya mereka ke kampung halaman dianggap seperti liburan. Seperti yang dirasakan salah satu santriwati asal Gresik, Afifah.

“Senang karena dapat libur panjang dan mudik, tapi sedih juga meski pulang ke kampung halaman, disana. Ini kan pulangnya bukan murni liburan tapi bencana,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah