Jelang New Normal, Khofifah Cek Protokol Kesehatan di Pasar Tangguh Gresik

Ihya Ulumuddin ยท Sabtu, 06 Juni 2020 - 04:02 WIB
Jelang New Normal, Khofifah Cek Protokol Kesehatan di Pasar Tangguh Gresik
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar dan kampung Tangguh di Gresik, Jawa Timur

SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh pihak mengantisipasi pusat-pusat keramaian termasuk pasar tradisional dalam kehidupan normal baru atau new normal. Antisipasi penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan mencegah terjadi gelombang kedua Covid-19 di Jatim.

Pesan Khofifah tersebut disampaikan saat mengunjungi pasar dan kampung tangguh di Kabupaten Gresik. Khofifah datang bersama Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan Gresik memasuki masa new normal, serta masa transisi pascadiberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya, termasuk Gresik. Adapun pasar yang ditinjau adalah Pasar Tradisional Pondok Permata Suci (PPS), Kecamatan Manyar.

Khofifah menyempatkan diri untuk berkeliling pasar sambil menyaksikan aktivitas perdagangan. Sesekali gubernur wanita pertama di Jatim itu menyapa para pedagang dan pembeli yang tengah bertransaksi.

Para pedagang dan pembeli tersebut juga telah menerapkan protokol kesehatan, yakni physical distancing dengan jarak 1 meter dan menggunakan masker serta face shield.

“Kami, Pak Pangdam dan Pak Kapolda Jatim melihat format pasar tradisional di Pasar Suci ini untuk dijadikan percontohan bagi yang lain. Hari ini para pedagang dan pembeli memakai masker dan faceshield, besok harus tetap demikian. Ini untuk perlindungan mereka, sehingga pedagangan tetap berjalan tapi juga terlindungi semuanya,” kata Khofifah, dikutip Jumat (5/6/2020).

Perempuan yang pernah menjabat menteri sosial ini menjelaskan, organisasi kesehatan dunia atau world health organization (WHO) menyatakan terdapat enam faktor yang harus dipastikan terkait masa transisi suatu wilayah pasca-restriksi (PSBB). Faktor-faktor tersebut antara lain penyebaran Covid-19 dapat dikontrol, dan layanan kesehatan terpenuhi, baik rapid test, PCR test maupun treatment-nya.

Di Gresik, kata Khofifah, sudah mulai dilakukan penguatan-penguatan yang di antaranya melalui kampung tangguh. Kampun ini awalnya berbasis desa. Namun, saat ini sudah dalam ampuan Kapolda Jatim serta Pangdam V/Brawijaya berbasis RW agar lebih dekat dengan warga lingkungannya.

“Diharapkan jika nanti masuk pada new normal, kampung tangguh ini yang akan mengawal. Nah, pengawalan kedisiplinan tetap menjadi bagian yang sangat penting, supaya tidak ada second wave alias gelombang Covid-19 kedua yang sekarang terjadi di beberapa negara di dunia,” ujarnya.

Usai meninjau PPS Kecamatan Manyar, Khofifah bersama rombongan juga meninjau pelaksanaan kampung tangguh di RT 1 RW 8 Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo. Di kampung ini dia berkesempatan meninjau lokasi ruang isolasi, ruang observasi, serta lumbung pangan warga, juga menyapa para warga yang mematuhi anjuran pemerintah, yaitu stay at home.

Khofifah berharap kampung tangguh yang berasal dari satu entitas terkecil, yakni RT-RT yang direkatkan oleh RW ini bisa diterapkan oleh seluruh RW di Jatim, serta mampu menjadi penguat ketika nanti memasuki era new normal.

“Harapannya, RW-RW lain akan mengikuti format ini, ketangguhan yang dimiliki oleh 1 entitas terkecil RT- RW itu bisa menjadi penguat ketika nanti memasuki new normal, sebab new normal butuh ketangguhan-ketangguhan baru, basis yang efektif nya ya RT-RT ini, lalu direkatlah oleh RW,” kata dia.

Khofifah menambahkan, salah satu ketangguhan RW di wilayah ini yaitu saat wilayah tetangga ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, seluruh warga bahu-membahu membangun ketahanan dan ketangguhan serta menyebarkan ke RW-RW lainnya. Respons ini agar seluruh warga sama-sama memiliki ketahanan dan ketangguhan yang prima.

Dia berharap semua kabupaten/kota di Jatim dapat melakukan hal serupa. Contoh bagus telah ditunjukkan Malang Raya yang mampu menekan Covid-19.

“Setelah Malang Raya sukses, maka Pak Pangdam dan Pak Kapolda punya RW-RW yang diampu, termasuk Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Kampung tangguh di Jatim ini sepertinya menjadi role model di provinsi yang lain juga,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim mengatakan, di Gresik terdapat 330 desa, 26 kelurahan, 910 RT-RW, dan 914 Dusun. Dari 330 desa tersebut, sampai saat ini sudah ada 56 desa yang membentuk desa tangguh, serta juga sudah dilaksanakan 54 pasar tangguh.

Menurut dia, ujung tombak penanganan Covid-19 ini yaitu masyarakat di tingkat paling akar, yaitu RT-RW.


Editor : Arif Budiwinarto