Janda Penjual Kafe Bonus Istri di Blitar Kerap Digoda Pria: Tapi Saya Kebal
BLITAR, iNews.id - Susan (35), janda yang menjual cafe dengan bonus istri mengaku sering digoda laki-laki genit. Warga Desa Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar ini sering didatangi laki-laki iseng dan mengajaknya berpacaran.
Janda cantik ini mengatakan, tak sedikit mereka yang datang dan berpura-pura memesan kopi. Padahal, sebenarnya ingin menggoda dan melancarkan bujuk rayu.
"Tapi saya sudah kebal dengan godaan semua itu. Mungkin karena sering tersakiti, jadinya ngapal," tutur Susan lantas tertawa, Kamis (18/2/2021).
Maklum saja, selain janda, penampilan Susan juga menarik. Susan memiliki tinggi badan 162 cm dengan berat 52 kg. Perawakannya langsing, tapi berisi.
Penampilan Susan yang seksi ditunjang dengan gaya bicara ceplas ceplos, terbuka, sekaligus mudah akrab dengan siapapun. Sebagai owner yang mengurusi manajemen usaha seorang diri, janda satu anak ini terlihat sejajar dengan karyawannya.
Tidak segan ia terlibat langsung mempersiapkan makanan dan minuman yang hendak disuguhkan. Sebelum ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, jumlah karyawannya ada 12 orang.
Sedangkan saat ini tinggal 6 orang. Susan juga tidak segan mengobrol akrab dengan para pengunjung cafe. Disaat itulah godaan dari para lelaki genit, kerap datang. Namun semuanya itu kata Susan berhasil ia tepiskan.
"Karenanya saya sudah bosan menjomblo. Ingin punya suami lagi," paparnya dengan tergelak. Susan mengaku tidak sedang mencari sensasi. Bonus siap dijadikan istri oleh pembeli aset usaha yang ia tawarkan Rp 2,9 miliar adalah keputusan serius. Bukan untuk mencari sensasi.
Asal cocok, perempuan yang pernah lama di Hongkong, pernah berkecimpung dalam EO (event organizer) atau manajemen artis Indonesia yang perform di Hongkong, serta penghobi travelling itu, siap disunting sebagai istri. "Dengan catatan cocok ya," katanya.
Kendati demikian, soal bonus (siap dijadikan istri) tersebut, menurut Susan bukan keharusan. Artinya jika ada yang berminat membeli aset usaha tanpa mengambil bonus, kata Susan tidak menjadi persoalan. Aset usaha yang ia tawarkan Rp2,9 miliar tersebut, saat ini ada yang menawar Rp2,5 miliar.
Proses negosiasi masih berjalan. Jika laku, Susan bermimpi bisa jalan jalan keliling Indonesia. "Syukur syukur jalan jalannya bisa bareng suami," ujarnya.
Editor: Ihya Ulumuddin