Jadikan Perguruan Tinggi Berkelas Dunia, Kemendikbudristek Siapkan Dana Abadi

Lukman Hakim · Sabtu, 30 Juli 2022 - 17:48:00 WIB
Jadikan Perguruan Tinggi Berkelas Dunia, Kemendikbudristek Siapkan Dana Abadi
Universitas Brawijaya (UB) Malang salah satu calon penerima dana abadi dari Kemendikbud Ristek.. (Foto: Okzone/Avirista Midaada)

SURABAYA, iNews.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT). Harapannya perguruan tinggi semakin maju dan berkelas dunia. 

Direktur Kelembagaan, Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Lukman mengatakan, sebagai tahap awal, dana abadi ini diberikan kepada Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) secara bertahap. “Kami menyiapkan DAPT dengan harapan semua pendanaan ini bisa terfokus untuk kegiatan fasilitasi agar perguruan tinggi bisa menjadi perguruan tinggi kelas dunia,” ujar Lukman, Sabtu (30/7/2022).

Lukman memaparkan, saat ini Indonesia memiliki 4.500 PT. Namun, hanya 20 PT yang masuk di pemeringkatan dunia setiap tahunnya. Bahkan, dari 20 PT tersebut, hanya lima saja yang mampu masuk dalam 500 PT terbaik dunia. 

Lima PT di Indonesia yang masuk 500 top PT dunia adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) pada peringkat 231, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada peringkat 235, Universitas Indonesia (UI) pada peringkat 248, Universitas Airlangga (Unair) pada peringkat 369, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada peringkat 449.

“Ini berarti dipertanyakan, kok bisa ya perguruan tingginya banyak tapi sedikit yang bisa masuk pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Lebih jauh lagi setelah dilihat terkait masalah kualitas ini adalah biaya pendidikan tinggi kita rendah sekali," ucap Lukman.

Lukman menjelaskan, dalam setahun pengeluaran dana pendidikan tinggi di Indonesia hanya Rp28 juta atau sekitar USD2000. “Sementara India, sekitar USD3.000. Kita hanya lebih tinggi dari Filipina yaitu USD 1.000. Masih jauh dari Malaysia yang kurang lebih USD7.000 dan Jepang yaitu USD8.000,” tutur Lukman. 

Untuk itu, kata Lukman, PTN-BH ini menjadi contoh untuk PT lainnya karena lebih fleksibel dari sisi pengelolaan anggaran. Kemendikbud Ristek berharap melalui DAPT ini bisa memicu PTN lainnya bertransformasi menjadi PTN-BH karena akan memiliki otonomi akademik dan nonakademik. 

“Tahun ini, ada 16 PTN-BH, dan kalau tidak ada halangan tahun ini akan ada tambahan lagi lima. Jadi kami berharap dengan adanya DAPT ini dapat menjadi pemacu dan pemicu untuk menjadikan perguruan tinggi kita berkelas dunia dan PTN lain yang belum menjadi PTN-BH bisa segera mengikuti menjadi PTN-BH,” ujar Lukman. 

PTN yang sudah masuk dalam kategori PTN-BH yaitu UI, ITB, IPB, Universitas Diponegoro (Undip), UGM, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Unair, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Pendidikan Indonesia (USU), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Andalas (Unand), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Negeri Padang (UNP).

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: