Jadi Tersangka, Dokter Kandungan di Mojokerto yang Diduga Cabuli Anak Tidak Ditahan

Sholahudin ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 13:32 WIB
Jadi Tersangka, Dokter Kandungan di Mojokerto yang Diduga Cabuli Anak Tidak Ditahan
Tersangka kasus pencabulan anak dokter And menutupi wajah usai diperiksa penyidik di Mapolres Mojokerto, Kamis (10/1/2019). (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.idPolres Mojokerto telah menetapkan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan berinisial And (60), sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur PL (15). Namun, polisi tidak menahan And hingga kini belum ditahan.

Pascaditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mojokerto, And telah menjalani pemeriksaan, Kamis (9/1/2020). Dokter yang membuka praktik di wilayah Kecamatan MojosariAnd tampak didampingi dua kuasa hukumnya saat menjalani pemeriksaan.

Dokter And menjalani pemeriksaan selama lima jam di ruang penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mojokerto yang berlangsung tertutup. Tersangka sebelumnya sempat mangkir dalam pemeriksaan pertama pada Selasa (7/1/2020) dengan alasan ada pekerjaan.

“Jadi, yang bersangkutan sudah naik jadi tersangka. Ada 46 pertanyaan yang diberikan kepada tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Primayoga.

 

BACA JUGA: Dugaan Pencabulan, Remaja Perempuan di Mojokerto Laporkan Dokter Spesialis Kandungan

 

Kasat Reskrim mengatakan, meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan anak di bawah umur, And tidak ditahan oleh penyidik. Sebab, tersangka menderita penyakit diabetes dan jantung sesuai dengan surat keterangan dokter yang diajukan oleh kuasa hukumnya.

“Tadi pihak kuasa menyampaikan yang bersangkutan sedang sakit komplikasi, diabeter dan jantung. Jadi mereka mengajukan untuk tidak dilakukan penahanan. Yang bersangkutan juga bersedia kooperatif,” kata Dewa Yoga.

Sementara tersangka And tidak bersedia berkomentar mengenai kasus yang menjeratnya. Usai diperiksa selama, 4,5 jam pada Kamis (9/1/2020), dokter pesialis kebidanan dan penyakit kandungan itu hanya diam. Dia berusaha menutupi wajahnya sambil berjalan didampingi kuasa hukumnya.

 

BACA JUGA: Dokter Kandungan Diduga Cabuli Remaja 15 Tahun di Mojokerto, 3 Saksi Kunci Akan Diperiksa

 

Penyidik Unit PPA Polres Mojokerto akan terus mendalami kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur ini. Kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus yang terjadi pada 26 Agustus 2019 itu yang dikembangkan pada kasus trafficking atau perdagangan orang.

Diketahui, kasus ini berawal saat korban PL diajak Arn (30), majikannya asal Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, untuk bertemu dokter And. Mereka akhirnya bertemu di tempat praktik dokter And di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan laporan dari korban, dirinya diajak masuk ke ruang pemeriksaan oleh And sedangkan Arn menunggu di ruang tamu. And meminta PL melepaskan seluruh pakaian, lalu mencabulinya. And kemudian memberikan uang sebesar Rp1,5 juta kepada PL dan Rp500.000 kepada Arn.

PL kemudian menceritakan pencabulan yang dia alami kepada orang tuanya. Orang tua PL berisinial SM (47), selanjutnya membuat laporan ke Polres Mojokerto, Senin (18/11/2020), hingga akhirnya polisi melakukan penyelidikan dan menetapkan dokter And sebagai tersangka.


Editor : Maria Christina