Isu Telur Beracun dan Kenaikan Harga sebabkan Daya Beli di Probolinggo Turun

Hana Purwadi ยท Jumat, 22 November 2019 - 18:15 WIB
Isu Telur Beracun dan Kenaikan Harga sebabkan Daya Beli di Probolinggo Turun
Telur ayam milik pedagang di Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Daya beli telur ayam di Probolinggo, Jawa Timur menurun hingga 50 persen. Diduga karena kenaikan harga telur yang mencapai Rp4.000 dan isu telur beracun yang mengandung dioksin.

Pedagang telur di Probolinggo mengeluh daya beli telur masyarakarat menurun dalam lima hari terakhir. Mereka meminta pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah ini.

Adi Gunawan, salah satu pedagang telur dan kebutuhan rumah tangga mengatakan daya beli masyarakat secara umum menurun. “Lesu dan menurun. Sebabnya kurang tahu tapi menurunnya bisa sampai 50 persen,” katanya.

Adi berharap daya beli masyarakat bisa kembali normal seperti semula. Dia juga meminta pemerintah segera mengatasi masalah ini.

BACA JUGA: Telur Mengandung Dioksin, DPRD: Jangan Panik, Lebih Baik Pemprov Urus Sampah Plastik

“Kami kan sudah bayar pajak, kalau ga ada sosialisasi ya susah, jadi ya harus ada tindakan dari pemerintah,” katanya, Jumat (22/11/2019).

Sementara pedangan lain, Alika mengatakan penurunan daya beli telur ini dikarenakan harga perkilonya yang tinggi.

“Sekarang sampai Rp22.000 padahal sebelumnya Rp18.000 – Rp19.000,” katanya.

Hasil penelitian sebuah LSM lingkungan menyebutkan telur di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto dan Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, mengandung paparan dioksin dalam jumlah tinggi. Diduga, ayam kampung yang bertelur itu terpapar dioksin karena memakan limbah pabrik tahu yang menggunakan bahan bakar plastik.

Dioxin merupakan sebuah polutan yang dikenal dapat menyebabkan penyakit kanker, parkinson hingga bayi lahir cacat.


Editor : Umaya Khusniah