Istri Pasien yang Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo Dinyatakan Positif Korona

Antara ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 20:48 WIB
Istri Pasien yang Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo Dinyatakan Positif Korona
Ilustrasi (Foto: Antara)

MADIUN, iNews.id - Istri pasien yang meninggal di RSUD Dr Moewadi Solo dinyatakan positif korona. Sebelumnya dia dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Dr Soedono Madiun.

Direktur Utama RSUD dr Soedono Bangun Trapsila Purwaka menyatakan pasien yang merupakan warga Magetan itu dinyatakan positif Covid-19.

"Pasien istri dari penderita positif Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD dr Moewardi Solo ini hasilnya diketahui juga positif Covid-19," ujar Bangun Tripsila Purwaka, Jumat (20/3/2020).

Menurut dia, kepastian positif Covid-19 tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang telah dilakukan uji laboratorium di Litbangkes Jakarta dan diterima tim di RSUD dr Soedono Madiun. Kondisi kesehatan pasien terus membaik. Pasien sudah tidak demam dengan suhu tubuh rata-rata 36,7 derajat Celsius. Batuknya juga mulai berkurang.

Saat ini pasien berada di ruang terpisah dengan PDP lainnya. Yang bersangkutan akan tetap menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Dr Soeodono Madiun sampai hasilnya dinyatakan negatif.

"Tim medis telah mengirimkan sampel klinis kedua untuk diuji ulang di Balitbangkes RI," ucapnya.

Dia menambahkan, secara total RSUD dr Soedono Madiun merawat lima pasien dalam pengawasan (PDP) corona. Dari lima pasien tersebut, satu telah meninggal dunia asal Kabupaten Madiun pada Jumat (20/3/2020) karena kondisinya yang buruk sejak dirujuk. Yang meninggal tersebut belum diketahui stasusnya positif atau negatif Covid-19, sebab hasil uji spesimennya belum keluar.

Sedangkan empat PDP lainnya, satu di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Pasien positif korona ini merupakan istri dari penderita positif Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD Dr Moewardi Solo. Keduanya diketahui terpapar korona setelah pulang dari seminar di Bogor.

Sedangkan tiga PDP lainnya, yakni dua orang perempuan asal Kabupaten Ngawi, masing-masing berusia 64 tahun dan 25 tahun.

Sedangkan satu orang lainnya merupakan pasien laki-laki usia 20 tahun asal Magetan. Ketiganya telah diambil spesimennya, namun hasilnya belum keluar.


Editor : Nani Suherni