Ibu Muda di Bondowoso Diciduk Aparat karena Kasus Investasi Bodong

Riski Amirul Ahmad ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 11:59 WIB
Ibu Muda di Bondowoso Diciduk Aparat karena Kasus Investasi Bodong
Shinta Adi Susiantika (32) tengah menjalani pemeriksaan di Polres Bondowoso, Jatim untuk kasus investasi bodong. (Foto: iNews/Riski Amirul Ahmad)

BONDOWOSO, iNews.id - Seorang perempuan di Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus investasi bodong. Pelaku diduga telah menipu puluhan korban hingga kerugian mencapai miliaran rupiah.

Shinta Adi Susiantika (32), warga Jalan Kis Mangunsarkoro, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, ditangkap petugas dari Polres Bondowoso. Modus yang digunakan ibu rumah tangga ini dalam menjaring calon korban yakni menjanjikan investasi melalui PT Anak Seribu Pulau yang disebut bergerak di bisnis properti di Surabaya.

Para korban yang mencapai 100 orang ini dijanjikan akan mendapat keuntungan sebesar 20 persen dari modal yang disetorkan. Keuntungan tersebut akan dikirimkan tiap bulan.

Tertarik pada iming-iming tersebut, para korban menyerahkan sejumlah uang secara bertahap kepada tersangka. Rata-rata nominal yang disetorkan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Kasatreskrim Polres Bondowoso, AKP Jamal mengatakan awalnya uang dari keuntungan investasi dibagikan rutin kepada korban dalam bulan-bulan awal. “Sayangnya setelah itu, macet hingga tak dibayarkan sama sekali,” katanya, Rabu (22/1/2020).

BACA JUGA: Diperiksa 6 Jam, Ari Sigit Dicecar 39 Pertanyaan Kasus Investasi Bodong MeMiles

Polisi yang melakukan penelusuran mendapati jika PT Anak Seribu Pulau ternyata fiktif. Tersangka hanya mengantongi Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) sebuah toko bernama Inara Shop yang bergerak di bidang perdagangan karpet dan kasur.

Selain tersangka, petugas juag mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dokumen dan surat-surat perjanjian, kuitansi serah terima uang, buku rekening atas nama Hasbullah Huda, print out bukti transfer dari korban kepada tersangka dan handphone milik korban yang terdapat bukti komunikasi keduanya.

Polisi masih akan terus mengembangkan kasus ini dengan memeriksa sejumlah korban.


Editor : Umaya Khusniah