Ibu di Blitar Meninggal karena Corona, 3 Anaknya Positif Covid-19

Solichan Arif ยท Minggu, 05 Juli 2020 - 12:22 WIB
Ibu di Blitar Meninggal karena Corona, 3 Anaknya Positif Covid-19
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Istimewa)

BLITAR, iNews.id - Seorang perempuan 65 tahun asal Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur meninggal dunia dengan hasil tes swab terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, 3 anak perempuannya juga dinyatakan positif virus corona.

"Ketiganya masing masing berusia 25 tahun, 38 tahun dan 41 tahun, " ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, Minggu (5/7/2020).

Dari hasil penelusuran, korban meninggal dunia mempunyai riwayat bepergian dari Surabaya. Saat pulang ke Blitar kondisi kesehatannya menurun disertai keluhan demam dan sesak nafas. Tak berlangsung lama, perempuan itu meninggal dunia dengan hasil tes swab positif Covid-19.

"Yang bersangkutan juga mempunyai penyakit bawaan jantung dan atropi otak," ucap Krisna Yekti.

Setelah dilakukan pelacakan, 3 anaknya juga terkonfirmasi positif Covid-19. Informasinya mereka memiliki riwayat keterbelakangan mental. "Saat ini ketiganya dirawat di RS Medika Utama," kata Krisna Yekti.

Selain kasus satu keluarga, Tim Gugus Tugas Kabupaten Blitar juga menerima laporan satu warga Kecamatan Wates yang hasil tes swab juga terkonfirmasi positif Covid-19. Laki-laki 47 tahun dengan gejala awal demam dan sesak nafas tersebut mempunyai riwayat pulang dari Pasuruan.

"Saat ini yang bersangkutan dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi," ucap Krisna Yekti.

Hingga per 4 Juli 2020 jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar sebanyak 36 kasus. Perinciannya 20 orang sembuh, 10 orang dirawat dan 6 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 71 orang, dengan perincian 41 orang pulang, 9 orang dirawat dan 21 meninggal dunia.

Sementara jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.022 orang. Perinciannya, selesai dipantau 14 hari sebanyak 953 orang, dipantau 36 orang, dirawat 5 orang dan meninggal dunia 28 orang.


Editor : Faieq Hidayat