Hirup Gas Bangkai Ikan Busuk, 2 Nelayan Tewas dan 3 Kritis di Lamongan
TUBAN, iNews.id – Sedikitnya 15 nelayan yang menjadi anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Bunga Mekar pingsan saat bongkar muatan. Mereka diduga keracunan usai menghirup bau bangkai ikan busuk yang berhari-hari tertutup dalam kotak penyimpanan kedap udara di Dermaga Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Rabu (12/12/2018).
Informasi yang dirangkum iNews, dalam peristiwa itu dua orang tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara tiga orang mendapat perawatan intensif dan dilarikan ke salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Koesma di Tuban, Jatim. Selebihnya 10 ABK berhasil disadarkan setelah dilakukan pertolongan dengan cara disiram air saat pingsan.
Identitas korban yang menjalani perawatan intesif yakni Agung Setiawan (28), Sutikno (43), dan Ansori (48). Ketiganya nelayan asal Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan. Sementara korban tewas sebelum mendapat pertolongan medis yaitu Kashuri (39) dan Andi (30).
Saksi mata Barok mengatakan, peristiwa dugaan keracunan ini bermula saat Kapal Jonijon bersandar di Dermaga Brondong usai berlayar mencari ikan. Para korban awalnya berusaha membongkar hasil tangkapan ikan pirek dalam muatan kapal tersebut. Namun kondisi ikan sudah membusuk karena kehabisan es pendingin selama dalam perjalanan.
Salah satu korban masuk ke dalam kotak penyimpanan ikan pada kapal, namun sesaat kemudian mendadak pingsan. Mengetahui rekannya pingsan, korban lain berusaha menolong dengan ikut masuk ke dalam box. Nahas mereka satu per satu juga pingsan hingga total korban sebanyak 15 orang.
“Dugaan kami keracunan bau ikan busuk. Kemungkinan karena menghirup uap atau gas bangkai ikan yang sudah busuk. Ada dua yang meninggal di lokasi dan tiga menjalani perawatan,” kata Barok.
Para korban diduga mengalami keracunan uap gas yang dihasilkan dari bangkai ikan pirek busuk. Lamanya proses penyimpanan ditengari membuat uap gas menjadi beracun.
Editor: Donald Karouw