Hari Batik Nasional, Ini Pesan Gubernur Khofifah untuk Generasi Milenial Jatim

Ihya Ulumuddin ยท Sabtu, 03 Oktober 2020 - 00:45:00 WIB
Hari Batik Nasional, Ini Pesan Gubernur Khofifah untuk Generasi Milenial Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mencoba membatik seusai peringatan Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2020).(istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi milenial untuk memperkenalkan lebih luas lagi batik khas Jatim. Khofifah menyebut, Jatim memiliki banyak motif batik dan warna sesuai dengan identitas dan karakteritik masing-masing daerah.

“Dari ujung barat Jatim sampai ujung timur, semua punya batik khas dengan motif yang khas dan tidak bisa ditemui di daerah lain. Maka ini harus dilestarikan,” kata Khofifah saat peringatan Hari Batik Nasional, Jumát (2/10/2020).

Khofifah mengatakan, di Jatim, sentra batik bisa ditemui di hampir seluruh kabupaten/kota. Namun sedikitnya ada 15 daerah penghasil batik yang cukup populer, yakni Mojokerto, Tuban, Banyuwangi, dan Tulungagung. Selain itu juga Trenggalek, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Tulungagung, Malang, Ponorogo, dan Kediri.

Motif batik Jatim kata Khofifah kaya dengan nuansa alam. Selain dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan, motif batik Jatim juga terpengaruh budaya luar seperti Tionghoa dan India. Berbeda dengan motif kebanyakan, batik Jatim mempunyai motif yang lebih kontemporer, bebas, tanpa terikat pakem-pakem motif yang ada sebelumnya

“Di Mojokerto, sentra batik sudah berdiri sejak seabad lalu, tepatnya di Desa Majan dan Sumo. Ini menjadi bukti bahwa pesona batik Jatim sudah tersohor sejak dulu,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya tidak ada alasan untuk tidak memakai batik dan ikut memperkenalkannya lebih luas lagi. Generasi milenial dan Z menurutnya harus ikut ambil bagian dari perkembangan industri batik di Jatim tersebut.

“Kami berharap batik bisa menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jatim. Cara ini juga untuk mendorong industri batik Jatim bisa bangkit akibat badai Covid-19,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin