Harga Kedelai Impor Meroket di Tengah Wabah Corona, Pengusaha Tahu Terancam Bangkrut

Pipiet Wibawanto ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 10:07 WIB
Harga Kedelai Impor Meroket di Tengah Wabah Corona, Pengusaha Tahu Terancam Bangkrut
Ilustrasi makanan tahu. (Foto: Istimewa)

TUBAN, iNews.id – Melemahnya nilai rupiah akibat wabah virus corona, menyebabkan harga kedelai impor di pasaran melonjak. Produsen tahu di Tuban, Jawa Timur (Jatim) terancam gulung tikar.

Harga kedelai impor di pasaran yang semula Rp6.500 per kilogram, kini menjadi Rp8.000. Sementara harga jual tahu tidak sebanding dengan ongkos produksi.

Kondisi ini diperparah dengan berkurangnya pembeli lantaran obyek wisata ditutup dan Pasar Tuban yang kebakaran hebat tiga pekan lalu.

Salah satu produsen tahu Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban, Wardam mengatakan, dengan naiknya harga kedelai impor berbanding lurus dengan biaya produksi. Namun harga tahu di pasaran tidak sebanding tidak berubah, Rp62.500 per ember.

“Kondisinya dipengaruhi banyak sebab, di antaranya pasar kemarin terbakar, obyek wisata tutup, jadi pembeli tidak ada,” katanya, Selasa (24/3/2020).

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku tahu sangat memberatkan pengusaha. Produsen tahu tidak bisa serta-merta menaikkan harga.

Pengusaha hanya bisa mengurangi komposisi dan ukuran tahu. Hal ini pun riskan dilakukan karena takut ditinggal pelanggan.

“Pelanggan sudah berkurang, karena warung-warung juga tutup seiring penutupan tempat wisata,” katanya.

Wardam mengaku kini dirinya hannya mampu menghabiskan bahan baku 200 kilogram kedelai impor per hari. Padahal biasanya di kondisi normal, dia mampu menghabiskan bahan baku 600 kilogram kedelai impor per hari.

Meski mengaku rugi, para pengusaha tahu masih tetap enggan menggunakan kedelai lokal. Selain sulit mendapatkannya, kualitas kedelai lokal kurang bagus karena kadar air tinggi sehingga hasilnya tidak maksimal.

Jika kondisi seperti ini berlangsung lama, pengusaha tahu terancam gulung tikar. Mereka berharap pemerintah turun tangan mengendalikan harga kedelai impor.


Editor : Umaya Khusniah