Pilgub Jatim

Gus Ipul-Puti Adopsi Program Keluarga Harapan untuk Atasi Kemiskinan

Ihya Ulumuddin · Jumat, 16 Maret 2018 - 17:56 WIB
Gus Ipul-Puti Adopsi Program Keluarga Harapan untuk Atasi Kemiskinan
Puti Guntur Soekarno berbincang-bincang dengan para pengurus PWA Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi referensi pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Timur (Jatim). Mereka akan mengadopsi program unggulan Kementerian Sosial di era Khofifah Indar Parawansa ini karena dianggap cukup solutif menangani kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Gus Ipul-Puti telah memasukkan PKH dalam visi misi untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim. Namun, agar berbeda, Gus Ipul-Puti menambah embel-embel ‘Super’ di belakang program tersebut menjadi PKH Super.

Saat bertemu dengan para pengurus Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jatim, Jumat (16/3/2018) siang tadi, Puti memaparkan tentang program PKS Super ini. “Program Keluarga Harapan (PKH) Super, yakni pemberian insentif untuk kepala keluarga perempuan,” kata Puti.

Program itu untuk memperluas lapangan pekerjaan. Apalagi di daerah yang punya wisata, kelak dikoneksikan dengan Seribu Desa Wisata (Seribu Dewi), yakni pengembangan desa wisata dengan pemberdayaan kelompok sadar wisata. Selanjutnya, Desa Cemara (desa cerdas maju sejahtera) yang merupakan program pemberian masalah pelayanan di tingkat desa. “Kemudian pendidikan gratis untuk SMA/ SMK Negeri serta beasiswa untuk warga miskin dan penghapal Alquran,” kata Puti.

Dalam pertemuan dengan para pengurus PWA Jatim, cucu Bung Karno itu juga mengenang neneknya, Fatmawati, yang pernah menjadi pengurus Aisyiyah. Juga, leluhurnya Dato Hasan Din yang menjadi tokoh Muhammadiyah Bengkulu. “Bung Karno pernah menjadi pengurus dan guru Muhammadiyah di Bengkulu,” ujar Puti.

Sementara itu, Ketua PWA Jatim, Siti Dalilah Candrawati, menyambut gembira kunjungan Puti tersebut. Dia mengaku menerima dengan tangan terbuka kepada siapa pun yang hadir untuk bersilaturahmi. “Mbak Puti telah kami terima dengan tangan terbuka. Kami tentu berterima kasih atas kunjungan ini,” katanya.

Dia memuji program-program pasangan Gus Ipul – Puti Guntur Soekarno yang beririsan dengan agenda-agenda yang dikerjakan Aisyiyah. Seperti pemberdayaan UMKM pada kaum gender, memperhatikan pendidikan, persoalan anak serta lansia. “Meski masih calon, Mbak Puti ini pemimpin. Kalau programnya bagus dan membawa kebaikan semua manusia, maka dia akan mendapat tempat yang baik pula,” kata Siti Dalilah Candrawati.

Candrawati menceritakan, saat menggelar Tanwir Aisyiyah pada 19-21 Januari 2018 di Surabaya, diputar film yang mengisahkan Fatmawati. “Ketika itu Bu Fat menjahit bendera Merah Putih sambil menyanyikan Mars Aisyiyah,” kata dia. Penggalan lirik Mars Aisyiyah yang dinyanyikan Bu Fat di film itu, “Wahai Warga Aisyiyah Sejati, Sadarlah Akan Kewajiban Suci, Membina Harkat Kaum Wanita, Menjadi Tiang Utama Negara,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris PW Aisyiyah Jatim, Nelly Asnifati mendoakan Puti Guntur terpilih menjadi wagub Jatim mendampingi Gus Ipul. “Banyak program Gus Ipul dan Mbak Puti tidak jauh beda dengan Aisyiyah,” katanya.


Editor : Maria Christina