Gus Ipul Berharap Perempuan Jatim Jadi Pengusaha

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 27 Februari 2018 - 18:56:00 WIB
Gus Ipul Berharap Perempuan Jatim Jadi Pengusaha
Cagub Jatim Saifullah Yusuf saat menghadiri peringatan HUT IWAPI. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

TUBAN, iNews.id – Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap perempuan pengusaha di Jawa Timur terus meningkat. Pasalnya, perempuan memiliki peran yang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim.

“Sekarang sudah banyak jumlah wanita yang jadi pengusaha khususnya yang terlibat dalam usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tapi jika dibandingkan dengan laki-laki jumlah pengusaha perempuan masih sedikit,” ujar Gus Ipul, saat menjadi pembicara dalam peringatan puncak HUT Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kabupaten Tuban Periode 2018-2023, Selasa (27/2/2018).

Mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode ini mengatakan, kontribusi UMKM terhadap pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim mencapai 54 persen. Di tengah kondisi krisis ekonomi yang masih bergejolak, kondisi ekonomi Jatim terbilang masih kondusif karena ditopang UMKM.
“Sektor UMKM hingga saat ini masih menopang lebih dari separuh perekonomian Jatim. Dengan kontribusi mencapai 54 persen pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim,” katanya.

Gus Ipul memaparkan, kontribusi UMKM itu dibuktikan dengan tingginya sumbangan UMKM terhadap PDRB Jatim yang mencapai sekitar Rp900 triliun mulai Januari hingga Agustus 2016.
Sementara di Januari hingga Oktober 2015, sumbangan sebesar Rp1.100 triliun. Belum lagi, UMKM tercatat menyerap 90 persen tenaga kerja di Jatim, 2 persen usaha menengah, dan 1 persen usaha perusahaan besar. "Perusahaan besar ini, sayangnya justru menguasai lebih dari 50 persen pasar kita,” katanya.

Dalam acara yang juga dihadiri istri Gus Ipul, Hajah Fatma Saifullah Yusuf selaku Penasihat DPD IWAPI Jatim dan Ketua DPD IWAPI Jatim Renny Widyalestari ini, Gus Ipul mengaku sangat bangga karena ada UMKM yang sudah ekspor. Contohnya adalah produk kripik tempe dan tahu yang sudah
ekspor ke Amerika Serikat.

“Sebelum acara saya lihat-lihat produk UMKM binaan IWAPI. Ada kripik tempe dan tahu merek Eyang Marko yang ekspor ke Amerika. Tentu ini sangat membanggakan. Jika kripik tempe dan tahu saja bisa ekspor, tentu produk yang lain bisa ekspor juga,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan ada dua hal yang perlu diperhatikan menghadapi pasar saat ini. Pertama, perlu adanya kajian yang detail tentang bagaimana keadaan pasar saat ini. Banyak asosiasi perkumpulan UMKM yang dapat membina sekaligus melatih para pengusaha perempuan untuk
memahami karakter pasar.

Kedua, setelah memahami pasar, para pengusaha didorong untuk menciptakan produj dan inovasi sebagaimana yang diminta dan dibutuhkan oleh pasar. “Saya salut dengan produk ibu-ibu pengusaha yang dipamerkan. Bagaimana mengolah ikan yang kualitasnya menurun, diasap dan dijual ke pasar,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki