Guru Swasta di Surabaya Bakal Digaji Sesuai UMK Rp3,5 Juta

Antara ยท Senin, 03 September 2018 - 19:28:00 WIB
Guru Swasta di Surabaya Bakal Digaji Sesuai UMK Rp3,5 Juta
Pemkot Surabaya akan mengupayakan agar para guru swasta bisa menerima gaji sebesar UMK. (Foto ilustrasi: Okezone)

SURABAYA, iNews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membantu sekolah-sekolah swasta agar mampu menggaji guru sesuai dengan upah minimum kota (UMK) di ibu kota Provinsi Jawa Timur (Jatim) ini sebesar Rp3.583.312. Hal ini bisa dilihat dari rencana revisi Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya tentang Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda).

Pemkot Surabaya pelindung sekolah negeri dan swasta untuk masyarakat. Guru-guru swasta juga harus mendapatkan gaji sesuai dengan UMK kota Surabaya. Tukang sapu saja gajinya UMK, masak guru tidak,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi saat rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Komisi D DPRD Surabaya, Senin (3/9/2018).

Menurut dia, rencana tersebut sudah masuk dalam kajian yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait, terutama Bappeko dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Bappeko Surabaya akan mengundang kepala sekolah dan guru swasta serta negeri di Surabaya dalam waktu dekat ini untuk membahas rencana itu.

Dia berharap, sekolah swasta terbuka dalam menyampaikan operasional sekolah, terutama berkaitan dengan gaji guru. Data tentang keberadaan gaji dari guru swasta ini akan menjadi acuan bagi Bappeko untuk menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya 2019. Data gaji guru ini mendesak sekali mengingat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sudah masuk ke meja DPRD Surabaya.

“Jadi data ini sifatnya mendesak karena ditunggu dewan. Meski KUA PPAS sudah masuk nanti kan bisa sampaikan ketika diundang oleh dewan, dengan data ini nanti saya bisa sampaikan anggaran kebutuhan sekolah swasta berapa,” katanya.

Dia menegaskan, Pemkot Surabaya memiliki komitmen untuk peningkatan mutu sekolah. Untuk mewujudkan ini, salah satunya guru harus mendapatkan UMK.

Keseriusan Pemkot Surabaya bisa dilihat dari rencana revisi Perwali Surabaya tentang Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda). Dalam revisi perwali ini, akan dibahas agar guru swasta bisa mendapatkan gaji UMK, pihak sekolah harus mengajukan rencana anggaran belanja (RAB) sekolah.

“Perwali ini nanti lebih terperinci, misalnya untuk mengajukan tahapannya harus punya RAB dulu, berapa jumlah guru dan murid, gaji guru per orang berapa dan berapa yang sudah sertifikasi,” ujarnya.

Menurut Eri, gaji guru di bawah UMK bisa diatasi dengan bagus mengingat kekuatan APBD Kota Surabaya cukup besar yakni sebesar Rp9,2 triliun. “Bopda bisa digunakan untuk jasa pelayanan gaji guru,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha mengapresiasi rencana Pemkot Surabaya member gaji guru swasta dengan UMK. Selama ini hampir 70 persen guru swasta di Surabaya masih menerima gaji di bawah Rp1 juta. “Itu rencana baik. Saya katakan harus diapresiasi dan harus didukung karena kesejahteraan guru swasta itu kasihan sekali,” ujarnya.

Legislator PKB ini menegaskan Bappeko Surabaya bisa bertindak tegas kepada sekolah swasta yang tidak mau transparan. “Kalau ada sekolah swasta yang tidak menyerahkan RAB, tinggal saja, tidak perlu ditunggu lagi karena KUA PPAS sudah masuk ke kita (dewan),” katanya.

Editor : Maria Christina