Guru SMP di Bojonegoro Paksa 25 Gadis Foto Telanjang, Korban Juga Disetubuhi

Dedi Mahdi ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 16:00 WIB
Guru SMP di Bojonegoro Paksa 25 Gadis Foto Telanjang, Korban Juga Disetubuhi
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

BOJONEGORO, iNews.id – Seorang guru SMP di Bojonegoro diringkus Satreskrim Polres Bojonegoro. Pria berinisial MH ini diamankan setelah menyetubuhi tiga gadis. Satu di antaranya masih di bawah umur.

Tak hanya itu, MH juga memotret korban dengan pose telanjang, lalu menjualnya. Hasil penyelidikan polisi, ada 25 gadis yang menjadi objek pemotretan MH. Mereka dipaksa berpose panas hingga telanjang. Setelah itu foto dijual.

Kasus asusila ini terbongkar setelah salah satu orang tua korban melapor kepada polisi. Atas laporan itu, polisi mengamankan pelaku berikut barang bukti puluhan foto vulgar hasil jepretan pelaku serta kamera dan laptop.

“Ada tiga gadis yang disetubuhi pelaku. Satu di antaranya masih di bawah umur,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, Sabtu (13/6/2020).

Budi menjelaskan, aksi bejat pelaku dilakukan dengan modus foto model. Para korban ditawari menjadi model pemotretan dengan imbalan Rp250.000-Rp500.000 untuk satu tema pemotretan.

Namun, para korban juga diminta menandatangani perjanjian bermaterai. Perjanjian itu berupa pemotretan ulang dengan pose bugil hingga denda Rp50 juta. Klausul itu dibuat bila hasil pemotretan dianggap jelek atau kurang memuasakan.

“Nah, perjanjian itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi bejatnya. Karena takut membayar denda Rp50 juta, korban menuruti foto dengan pose bugil. Saat itulah korban disetubuhi,” katanya.

Tersangka MH mengakui semua perbuatan bejatnya. Di hadapan polisi, MH mengaku ada 25 gadis yang pernah ikut sesi pemotretan. Namun, dia berdalih, hanya delapan orang yang difoto telanjang. Sedangkan yang disetubuhi tiga orang.

“Usianya macam-macam. Ada yang 15, 16, 17 hingga 20 tahun. Untuk hasil pemotretan, saya jual ke majalah dewasa, Rp100 per foto” katanya.

Atas kasus ini, pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.


Editor : Ihya Ulumuddin