Guru Cabul di Malang Diduga Palsukan Ijazah Saat Melamar Kerja

Saif Hajarani ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 17:02 WIB
Guru Cabul di Malang Diduga Palsukan Ijazah Saat Melamar Kerja
CH, oknum guru salah satu SMP di Malang kini dipenjara akibat perbuatannya mencabuli 18 siswa dengan modus penelitian. (Foto: iNews/Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id – Polres Malang mengungkap oknum guru cabul di Kepanjen diduga memalsukan ijazahnya saat melamar ke sekolah tempat ia melakukan kejahatan. Fakta itu didapat polisi usai melakukan pemeriksaan terhadap tersangka berinisial CH.

Keterangan tersebut disampaikan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Sabtu (7/12/2019). “Guru ini juga diketahui melakukan pemalsuan ijazah saat akan melamar di sekolah tersebut. Dia melamar Desember 2015 dan kemudian diterima tahun 2016. Awalnya beliau diangkat sebagai staf pembantu biasa, kemudian tahun 2017 sebagai guru honorer bimbingan konseling (BK), dan tahun 2018 menjadi guru pelajaran PPKn,” ujar Yade.

Keterangan tersebut akan didalami lebih lanjut oleh kepolisian. Jika benar-benar terbukti maka tersangka bisa dikenakan hukuman hingga 20 tahun penjara atas dugaan kasus pemalsuan identitas.

BACA JUGA: Guru BK yang Lecehkan Siswa di Malang Diduga Penyuka Sesama Jenis Sejak Umur 20 Tahun

Polisi juga mengungkap bahwa pelaku berkali-kali pencabulan dengan berbagai modus. “Dia memaksa korban saat jam istirahat untuk datang ke ruang BK. Di situ lah pelaku melakukan aksinya. Sebelumnya dia mencabuli korban saat jam sekolah selesai sehingga tidak ada siswa atau guru lain yang tahu,” kata Yade.

Pelaku diduga menyuruh para korban menanggalkan pakaiannya dan mengeluarkan sperma dengan alasan melakukan penelitian untuk disertasi sarjana strata ketiga. Bahkan pelaku melakukan pengukuran alat vital para korban.

Untuk melancarkan aksinya pelaku mengancam korban. Korban yang merasa takut terpaksa melakukan apa yang disuruh pelaku.

BACA JUGA: Oknum Guru Cabul di Malang Berhasil Ditangkap, Polisi Dalami Motif Pelaku

Polres Malang juga mengungkap pelaku adalah penyuka sesama jenis sejak berumur 20 tahun. Meski saat ini pelaku sudah berkeluarga dan memiliki satu orang anak.

“Yang bersangkutan mengaku memiliki hasrat terhadap lelaki sejak umur 20 tahun walaupun saat ini pelaku sudah berkeluarga,” kata Yade.

Akibat perbuatan itu pelaku dijerat pasal berlapis tentang perlindungan anak dan pemalsuan dentitas dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Hingga saat ini sudah ada 18 siswa yang menjadi korban aksi cabul pelaku. Semuanya berjenis kelamin laki-laki.


Editor : Rizal Bomantama