Gunung Bawah Laut Pacitan, Kronologi Penemuan hingga Usulan Penamaan
JAKARTA, iNews.id - Gunung bawah laut Pacitan sempat menggegerkan banyak pihak. Tim yang menemukan dari Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PKLP) Badan Informasi Geospasial (BIG).
Adapun gunung tersebut berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 6.000 meter. Gunung itu memiliki ketinggian sekitar 2.200 meter.
Puncak gunung berada pada kedalaman sekitar 3.800 meter di bawah permukaan laut. Lokasi persisnya berada di 260 kilometer (km) selatan Kabupaten Pacitan, dekat dengan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Lalu bagaimana kronologi penemuan gunung bawah laut Pacitan? Berikut iNews.id rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (25/2/2023).
Kronologi temuan gunung bawah laut Pacitan itu bermula saat tim dari PKLP BIG melakukan survei di kawasan selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada September-November 2022. Survei digelar bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pelaksaan survei melibatkan Kapal Baruna Jaya III. Tujuannya untuk mendapatkan data batimetri atau topografi bawah laut.
Data itu nantinya digunakan untuk penghitungan klaim luas landas kontinen ekstensi di luar 200 mil laut. Survei berlangsung selama 52 hari layar dan terbagi dalam dua leg.
Salah satu lokasi yang disasar yaitu zona subduksi di selatan Pulau Jawa.
Berdasarkan dokumen International Hydrographic Organization (IHO) B6, gunung bawah laut Pacitan dapat teridentifikasi karena memiliki ketinggian yang berbeda dengan sekelilingnya. Secara standar, ketinggian yang dimiliki harus lebih besar 1.000 meter di atas relief sekitarnya.
Temuan tersebut disepakati sebagai gunung bawah laut berdasarkan penilaian pakar dan perwakilan yang hadir pada koordinasi teknis dengan melibatkan pakar geologi, hidrografi, serta perwakilan Pemkab Pacitan dan Pemprov Jatim. Seluruh data yang ditemukan telah dicocokkan dengan dokumen IHO B6.
Rencananya, gunung bawah laut Pacitan itu akan diberikan nama pada Maret 2023. Sejumlah pakar dan perwakilan pemerintah sepakat tidak menggunakan nama orang untuk penamaan gunung bawah laut tersebut.
Pemkab Pacitan pun mengusulkan agar gunung bawah laut itu dinamakan Jogo Jagat. Nama itu dipilih dengan harapan agar rupa bumi itu menghadirkan kebaikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Secara harfiah, nama Jogo berasal dari Bahasa Jawa yang berarti menjaga. Sementara Jagat dalam bahasa serupa artinya bumi dan memiliki makna lebih luas yakni alam semesta.
Itulah informasi mengenai gunung bawah laut Pacita. Semoga bermanfaat.
Editor: Rizky Agustian