Gunakan Kapal Perang, Pemprov Jatim Distribusikan 750.000 Liter Air Bersih ke Pulau Sapudi

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 06 November 2019 - 03:30 WIB
Gunakan Kapal Perang, Pemprov Jatim Distribusikan 750.000 Liter Air Bersih ke Pulau Sapudi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangko Armada II Laksamana Muda TNI Herru Kusmanto menyerahkan bantuan air secara simbolis kepada warga Sapudi Sumenep, Selasa (5/11/2019). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SUMENEP, iNews.id - Pemprov Jatim mendistribusikan air bersih di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Selasa (5/11/2019). Bantuan air bersih ini diberikan menyusul kekeringan akibat kemarau panjang di pulau tersebut. 

Total ada sebanyak 750.000 liter air bersih yang disalurkan Pemprov Jawa Timur. Bekerja sama dengan Koarmada II, ratusan ribu air bersih tersebut didistribusikan menggunakan dua kapal. 

Kapal pertama adalah KRI Teluk Ende dengan membawa 500.000 liter air bersih, 6.000 jerigen, 300 terpal, satu unit mobil rescue BPBD, dua unit mobil tangki BPBD, alkon, dan satu unit genset.

Bantuan air bersih ini dikawal 100 orang kru kapal, 15 orang personel BPBD dan 30 personel dari Dinsos Jawa Timur. 

Sedangkan kapal kedua adalah tug boat dengan membawa 250.000 liter air bersih. Kapal ini juga membawa peralatan medis dan logistik. 

Gubernur Khofifah menyampaikan bantuan ini adalah hasil sinergi dan strong partnership bersama Koarmada II bersama KSAL. 

“Untuk mengatasi kekeringan di kepulauan harus ada ihtiar khusus, karena harus menggunakan armada kapal. Alhamdulillah hasil dari komunikasi kita dengan Pak Panglima Koarmada II kita bisa mendapatkan armada untuk mengangkut dan  menyalurkan air bersih sampai ke masyarakat," kata Khofifah, Selasa (5/11/2019). 

Khofifah mengatakan, kekeringan di Jatim akibat kemarau panjang tahun ini cukup luas. Dari total 38 kabupaten/kota di Jatim, sedikitnya 28 kabupaten/kota yanh  terdampak kekeringan. Tepatnya sebanyak 662 desa menjadi daerah yang terdampak kekeringan. "Sumenep ini adalah salah satunya. Laporan BPBD ada 5 kecamatan dan 12 desa yang mengalami kekeringan," katanya. 

Karena itu, dia juga mengajak masyarakat untuk salat istisqo dan berharap agar segera diturunkan hujan yang manfaat dan barokah oleh Allah SWT. "Terkait air bersih dan sumber daya air Jawa Timur memang daerah kedua setelah DKI yang berdasarkan telaah Bappenas memiliki PR besar untuk dilakukan antisipasi," katanya. 

Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Herru Kusmanto mengatakan, penyaluran air bersih ini adalah bentuk sinergi dengan Pemprov Jatim beserta Forkopimda Jawa Timur.

Koarmad mengerahkan armada untuk bisa mendistribusikan air hingga sampai ke masyarakat yang mengalami kekeringan. 

“Kita menyiapkan satu kapal perang dan juga menggerakkan tug boat dan tongkang untuk mendukung penyaluran air bersih. Kita buat Satgas juga bekerja sama dengan BPBD untuk mengatasi kekeringan," kata Herru.


Editor : Kastolani Marzuki