Gubernur Khofifah Minta Gerakan Menanam Toga Kembali Dimasifkan

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 09 Maret 2020 - 22:30 WIB
Gubernur Khofifah Minta Gerakan Menanam Toga Kembali Dimasifkan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan) di puncak acara Hari Kesatuan Gerak PKK di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Senin (9/3/2020). (Foto: iNews.id).

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta PKK se-Jawa Timur untuk merevitalisasi gerakan menanam tanaman obat keluarga (toga). Gerakan ini perlu kembali diviralkan dan dilakukan massif.

Menurut Khofifah, toga sangat mudah tumbuh ketika ditanam di lahan-lahan sekitar pemukiman warga. Toga bisa ditanam di taman desa, sisa lahan RT/RW atau desa juga di pekarangan rumah. Toga bisa dijadikan pertolongan pertama bagi keluarga di saat-saat dibutuhkan.

“Di Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-48 ini, kita berharap akan ada revitalisasi terutama gerakan yang dulu pernah sangat masif dilakukan yaitu gerakan menanam toga,” kata Khofifah di puncak acara Hari Kesatuan Gerak PKK di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (9/3/2020).

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menuturkan, jenis toga yang bisa ditanam masyarakat juga beragam, mulai jahe, kunyit, temulawak, daun sirih, lidah buaya dan banyak lagi. Tanaman ini bisa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: iNews.id/Muhammad Aulia)

Menurut Khofifah, menggalakkan lagi menanam toga itu bukan karena sekarang sedang terjadi wabah virus korona (Covid-19), tapi tanaman ini menyehatkan.

”Coba, empon-empon yang menjadi hits karena Covid-19 itu kan produk toga, mudah sekali itu tumbuhnya,” tutur wanita yang juga mantan Menteri Menteri Sosial ini.

Pesan kedua yang juga ditekankan oleh Khofifah pada para Ketua TP PKK se-Jawa Timur yaitu terkait masalah penanganan stunting. Menurut Khofifah, stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi, di mana penanganannya tidak bisa terbatas pada ibu hamil dan balita.

Lebih dari itu penanganan stunting harus dilakukan sejak masa remaja. Para remaja mesti mendapatkan edukasi yang komprehensif tentang kesehatan organ reproduksi. Dengan demikian, Khofifah pun berharap agar PKK lebih mengambil peran dalam menangani pencegahan stunting.

“Kekuatan Posyandu itu luar biasa. Kalau Posyandu terus bersinergi dengan bidan desa atau perawat desa atau desa yang masih ada poskesdes maka kita harapkan mereka akan bisa masif melakukan edukasi tentang penanganan stunting,” ucapnya.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan zat besi pada remaja, dia juga menitipkan pada kader PKK agar turut mengajak remaja mengonsumsi bayam merah yang tinggi kandungan zat besinya. Bahkan syukur-syukur para remaja diajak untuk aktif menanam tanaman itu secara masif.

“Menanam bayam merah bisa dilakukan sejak SD, SMP, SMA. Jadi tidak hanya mengonsumsi tapi juga diajak menanam menanam,” tutur mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.


Editor : Zen Teguh