Gubernur Khofifah Bagikan 7.100 APD untuk 64 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 24 Maret 2020 - 10:41 WIB
Gubernur Khofifah Bagikan 7.100 APD untuk 64 Rumah Sakit Rujukan Covid-19
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan APD ke 64 RS rujukan Covid-19. (Foto: Dok Humas Pemprov Jatim)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Forkopinda membagikan kurang lebih 7.100 alat pelindung diri (APD) untuk 64 rumah sakit rujukan penanganan pasien covid-19 di wilayahnya. Pembagian tersebut dihitung sesuai proporsi bed dan layanan ruang isolasi rumah sakit.

Usai menyerahkan APD kepada 64 rumah sakit rujukan di seluruh Jatim, Khofifah menyampaikan logistik yang dibagikan merupakan upaya promotif preventif Pemprov Jatim.

"Format yang kami lakukan adalah bagaimana kita menyeiringkan antara tim promotif-preventif, tracing, kuratif serta dampak sosial ekonomi Covid-19. Empat tim ini bekerja paralel tidak bisa saling menunggu," kata Khofifah, Senin (23/3/2020).

Menurut Khofifah, kebersamaan dalam setiap aspek rumpun gugus kerja maupun setiap pemangku kepentingan dinilai sangat diperlukan. Sehingga, langkah tersebut diharapkan dapat meminimalisir dampak covid-19 dan bahkan mampu menghentikan penyebaran virusnya.

Dia pun menilai, seberapapun fasilitas medis disiapkan tidak akan kuat menampung pasien yang masuk jika tidak ada pencegahan. Khofifah meminta warga untuk tidak keluar rumah kecuali hal penting, menjaga batas jarak sosial serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Seberapa pun banyaknya bed kita siapkan, seberapa pun dokter yang disiapkan, tetapi kalau tidak ada upaya preventif dari masing-masing pribadi,” ujarnya.

Data kasus Covid-29 di Jawa Timur (Jatim), berjumlah 41 kasus positif. Satu pasien positif dilaporkan meninggal. Jatim menduduki peringkat ke empat dalam jumlah kasus positif virus corona.

Urutan pertama yakni Jakarta, disusul Jawa Barat dan Banten. Sementara berdasarkan jumlah pasien meninggal, sama dengan Sumatera Barat sebanyak satu orang.


Editor : Nani Suherni