Gara-Gara Uang Kos, Warga Sidoarjo Buang 16 Motor Pemuda NTT ke Sungai

Pramono Putra ยท Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:24 WIB
Gara-Gara Uang Kos, Warga Sidoarjo Buang 16 Motor Pemuda NTT ke Sungai
Belasan motor yang dievakuasi dari dalam sungai dalam kondisi masih berlumpur. (Foto: iNews/Pramono Putra)

SIDOARJO, iNews.id – Suasana ketertiban dan keamanan (Kamtibmas) Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) terganggu sejak Sabtu (20/10/2018) malam dan berangsur kondusif Minggu (21/10/2018). Kondisinya sempat mencekam usai terjadi perselisihan antara warga setempat dengan puluhan pemuda pendatang asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Buntutnya, belasan sepeda motor milik pemuda Flores dibuang warga ke sungai yang penuh lumpur. Menghindari terjadinya bentrokan, petugas mengevakuasi puluhan pemuda itu ke kantor polisi setempat.

Pantauan iNews, satu per satu dari 16 motor yang dibuang warga ke dalam sungai dievakuasi dengan menggunakan forklift, kendaraan yang biasa dipergunakan untuk angkut barang dalam pergudangan, Minggu pagi (21/10/2018). Evakuasi belasan motor yang dikawal polisi itu menarik perhatian warga sekitar.

Pemuda asal Flores beristirahat di Kantor Polsek Waru Sidoarjo

Informasi yang dihimpun, belasan motor itu sengaja dibuang ke sungai oleh ratusan warga yang tidak terima dengan ulah pemuda asal Flores yang tinggal kos di daerah tersebut. Awalnya pemilik rumah yang merupakan warga lokal menagih tunggakan uang kontrakan kepada penghuni kos yang kebetulan berasal dari Flores. Namun saat ditagih, penghuni kos justru marah. Hal itu memancing emosi hingga terjadi kejadian tersebut.

Mengantisipasi terjadinya bentorkan, polisi bergerak cepat dengan mengevakuasi 20 pemuda Flores yang tinggal kos di rumah warga tersebut. Mereka semua diamankan ke Mapolsek Waru Sidoarjo.

“Semua gara-gara masalah kos-kosan gak bayar. Salah satu penghuni kos marah-marah saat ditegur pemilik rumah. Warga gak terima semua dan buang motor mereka ke sungai,” kata Muksin, salah seorang warga.

Kapolsek Waru Kompol Fathoni membenarkan persoalan yang terjadi disebabkan masalah tunggakan tempat kos. Penghuni kos ditegur karena keterlambatan membayar. Polisi selanjutnya membawa 20-an warga Flores ke mapolsek.

“Semalam kami sudah evakuasi (pemuda Flores) ke polsek untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Kami layani seperti kami layani warga lainnya. Pagi ini alhamdulilah kami sudah mengevakuasi sepeda motor mereka yang dibuang warga ke sungai untuk dibawa ke mapolsek,” kata Fathoni.


Editor : Donald Karouw