Gagal Menjabret Handphone, 2 Copet di Mojokerto Nyaris Tewas Dihajar Massa

Sindonews.com, Tritus Julan ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 15:53 WIB
Gagal Menjabret Handphone, 2 Copet di Mojokerto Nyaris Tewas Dihajar Massa
Dua pemuda pelaku jambret, saat diamankan di Mapolsek Gondang. (Foto: Istimewa)

MOJOKERTO, iNews.id – Dua jambret babak belur dihajar massa di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) setelah gagal merampas handphone siswi SMP. Korban dibantu warga sempat terlibat kejar-kejaran dengan pelaku.

Alfiansyah Putro Nugroho (21) dan Rofiq (21) jadi bulan-bulanan warga usai kepergok menjabret di Jalan Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Alfiansyah, warga Desa Seketi Barat, Kecamatan Balongbendo dan Rofiq, warga Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo berusaha menjambret handphone milik NS, warga Kecamatan Gondang.

Kapolsek Gondang, AKP Purnomo, mengatakan penjambretan bermula saat NS yang tengah mengendarai sepeda motor, dipepet dua pemuda tak dikenal dari arah kiri. Rofiq yang bertugas sebagai eksekutor langsung merampas ponsel korban.

"Pelaku ini melarikan diri dengan motornya ke arah Pugeran dan dikejar korban sambil meneriaki,” katanya, Selasa (14/1/2020).

BACA JUGA: Video CCTV Aksi Jambret HP di Kawasan Perkantoran Jalan Sudirman

Teriakan korban menarik perhatian warga yang lantas ikut mengejar. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan.

Korban dibantu para pengendara lain berupaya menghentikan kedua pelaku. Keduanya bisa ditangkap setelah sepeda motor yang dikendarai dihentikan paksa warga di Jalan Raya Pugeran, Kecamatan Gondang, hingga keduanya terjungkal ke aspal.

"Kedua pelaku jatuh dari motor dan sempat menjadi bulan-bulanan warga yang marah dengan perilaku keduanya. Selain merugikan juga membahayakan korbannya," kata mantan Kapolsek Sooko, Mojokerto ini.

BACA JUGA: Polisi Tembak Mati Jambret di Makassar karena Serang Polisi Pakai Badik

Anggota Polsek Gondang yang tengah piket bergegas menuju ke lokasi usai menerima informasi adanya aksi penjambretan. Kedua pemuda itu langsung diamankan petugas dari amuk massa, sebelum akhirnya digelandang ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu ponsel dan sepeda motor yang digunakan untuk menjambret. Pelaku akan dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah