Emil Gagas Proyek “Selingkar Wilis” untuk Mataraman

Ihya Ulumuddin · Kamis, 01 Maret 2018 - 17:44:00 WIB
Emil Gagas Proyek “Selingkar Wilis” untuk Mataraman
Cawagub Jatim Emil Dardak menyempatkan diri mampir ke warung makan saat kampanye di Magetan. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

MAGETAN, iNews.id – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menggagas proyek “Selingkar Wilis” untuk kawasan Mataraman. Yakni konsep pengembangan dan pembangunan terpadu bagi daerah-daerah yang masuk dalam gugusan Mataraman mulai Kediri, Ponorogo, Nganjuk, Madiun, Magetan hingga Ngawi.

Emil menjelaskan, sebuah daerah akan sulit berkembang jika bergerak sendiri-sendiri. Karena itu, butuh penanganan terpadu untuk bisa maju bersama-sama. “Koneksi antarwilayah ini yang akan kami bangun. Konsep ini kami beri nama Selingkar Wilis,” ujar Emil di sela-sela konsolidasi politiknya dengan  sejumlah warga dan  pengurus Partai Golkar, di Magetan, Kamis (1/3/2018).

Sebelumnya, Emil juga getol memperkenalkan kawasan pengembangan Pesisir Selatan Jawa Timur dengan konsep Pelabuhan Perintis Nusantara. Beberapa daerah  terutama kawasan selatan seperti Trenggalek, Pacitan, Tulungagung,  Blitar, Malang  hingga Banyuwangi masuk dalam lanskap
program unggulannya.

Bukan itu saja, Bupati Trenggalek nonaktif ini bahkan menjadi motor utama dalam program printisan Poros Maritim  Nasional bersama sejumlah kepala daerah  di Yogjakarta, Jawa Tengah hingga Jawa Barat tersebut.

Saat kunjungannya ke Magetan kali ini suami Arumi Bachsin didampingi di antaranya Calon Bupati Magetan Gus Amik, anggota DPR dari Partai Golkar Gatot Sudjito dan sejumlah tokoh masyarakat  di sana.

Terkait  pengembangan potensi lokal di Magetan, pakar studi pembangunan ini menyebut banyak kawasan yang bisa dikembangkan menjadi sentra pengembangan dengan produk yang lebih bersaing dan berkualitas.

“Di Plaosan (Magetan) saya dengar ada pasar sayur yang baik. Iniliah potensi-potensi yang saya lihat masih sangat bagus. Apalagi bila ini bisa masuk ke arah organik, tentunya bisa masuk ke pangsa premium,” kata lulusan doktor di kampus ternama di Jepang ini.

Ke depan, lanjut Emil, dengan potensi  berupa  bonus geografis yang sudah dimiliki  masyarakat di kaki gunung ini  bisa  mengembangkan banyak hal lagi. “Industri ekstrak besar  bisa dikembangkan  dengan potensi-potensi tekhnologi seperti nano tekhnologi itu bisa membuat ekstrak-ekstrak herbal yang memiliki presisi tinggi untuk mendukung industri farmasi masa depan yang sangat potensial,” tandas Emil.

Industri berbasis pertanian kaki Gunung Lawu ini bisa menjadi daya dukung  industri pariwisata di daerah ini.  Magetan, kata  Emil, ada Sarangan yang sebenarnya bukan hanya  potensi wisata, melainkan agro dan tekhnologi manufaktur yang turunannya bisa difungsikan untuk mendorong idustri farmasi untuk kebutuhan medis.

Sementara itu, saat waktu shalat dan makan siang, Emil beserta rombongan sengaja menyempatkan diri singgah ke pesantren lagendaris di Magetan, yakni Pesantren Sabilul Muttaqin (PSM).  Seperti di tempat lain, kehadiran Emil disambut hangat dengan permintaan berswa
foto. (ihya’ ulumuddin)

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: