Ekspor Keripik Singkong dari Bojonegoro ke China Terhenti akibat Virus Korona

Dedi Mahdi ยท Kamis, 30 Januari 2020 - 15:03 WIB
Ekspor Keripik Singkong dari Bojonegoro ke China Terhenti akibat Virus Korona
Industri keripik di Bojonegoro, Jatim yang sering ekspor produk ke China. (Foto: iNews/Dedi Mahdi)

BOJONEGORO, iNews.id – Penyebaran wabah virus korona tak hanya berdampak pada kesehatan namun juga roda ekonomi terlebih ekspor impor. Sejak virus ini menjadi ancaman banyak pihak, ekspor keripik singkong dari Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) ke China terhenti.

Salah satu badan usaha yang merasakan dampaknya yakni PT Pareto Estu Guna di Desa Kabunan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Produk yang seharusnya diekspor ke China tertunda dan bahkan terhenti.

Sebelumnya, mereka mengandalkan ekspor ke China sebagai pasar yang menjanjikan. Namun sejak virus korona merebak, seluruh gerai usaha yang menjadi mitra ekspor di China telah tutup atau berhenti beroperasi.

Pasar China merupakan andalan industri keripik singkong untuk memasarkan produknya dengan nilai rata-rata 5.000 Dolar Amerika Serikat atau satu kontainer keripik singkong per bulan.

Beberapa jadwal pengiriman produk yang telah pesan ulang pada Desember 2019 lalu tak bisa dikirim lantaran dibatalkan oleh pihak pemesan di China. Seluruh karyawan meliburkan diri karena tak bisa keluar dan masih terisolasi di dalam rumah.

Manajemen perusahaan kini harus bekerja keras membuka peluang pasar baru. Agar industri tetap berjalan, produk keripik singkong kini mulai dipasarkan ke Timur Tengah salah satunya ke Kuwait dan Amerika Serikat.

“Repeat order bulan Desember dan Januari ini bisa dikirim jadi tertunda. Gerai mereka tutup, karyawan juga tidak keluar rumah,” kata Manager Perusahaan PT Pareto Estu Guna, Muhamad Pujiono.

Selain mengalihkan pasar ekspor ke negara lain, perusahaan juga berharap agar wabah virus korona ini segera teratasi. Sehingga pasar ekspor yang telah dirintis sejak lama kembali berjalan normal.


Editor : Umaya Khusniah