Duka Selimuti Rumah 4 Warga Jember Korban Tabrakan Minibus dan Kereta

Bambang Sugiarto ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 14:42 WIB
Duka Selimuti Rumah 4 Warga Jember Korban Tabrakan Minibus dan Kereta
Suasana rumah duka Budi Yuniarsa di Jember, Jatim. Budi salah satu korban minibus yang tertabrak kereta api di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Rabu (9/1/2019). (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban kecelakaan minibus L300 yang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Rabu dini hari tadi (9/1/2019). Empat dari lima korban tewas diketahui warga Jember.

Keempat warga Jember tersebut, yakni Budi Yuniarso (52), warga Jalan Apel Raya, Kecamatan Patrang; Mambahul Fadil (43), sopir minibus L300, warga Jalan Arowana V/115, Gebangtaman Desa Kebonagung, Kalideres.

Selanjutnya, Sri Prapataningsi (40), warga Jalan Kawi, Sumbersari, dan Riki Sukiandra, warga Jalan Kacapiring, Jember. Satu korban lainnya, Mariyam, diketahui warga Jalan Lavender, Desa Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Pantauan iNews.id, keluarga dan tetangga tampak mulai berdatangan ke rumah korban untuk menyampaikan belasungkawa. Mereka langsung memeluk keluarga Budi Yuniarso (51), salah satu penumpang minibus Mitsubishi L300 Nopol P 1264 DE, warga Jalan Apel Raya Kecamatan Patrang, Jember. Keluarga dan kerabat juga telah melakukan persiapan sembari menunggu kedatangan jenazah.


Menurut salah satu kerabat korban, Karyo Adi, sebelum kecelakaan, almarhum Budi Yuniarso hendak ke Surabaya untuk mengambil mobil. Sehari-hari, Budi berprofesi sebagai sopir.

Kerabat korban sempat menyarankan kepada almarhum agar berangkat ke Surabaya dengan kereta api, namun korban memilih naik mobil travel yang terlibat kecelakaan dengan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Pasuruan.

“Ke Surabaya mau ambil mobil. Keluarga sama yang punya mobil menyuruh dia naik kereta, tapi dia enggak mau karena katanya ribet. Akhirnya berangkat naik mobil travel,” kata Karyo Adi.

Suasana duka juga terlihat di rumah sopir travel Mambahul Fadil (42), warga Jalan Arwana, Gebangtaman, Kaliwates, Jember. Para tetangga dan kerabat sudah ramai di rumah duka. Sebuah keranda juga sudah dipersiapkan sambil menunggu kedatangan jenazah korban.

Menurut paman korban, Dedi Sunarto, setiap hari Fadil mengemudi mobil travel Surya berangkat dari Situbondo. Namun entah kenapa Selasa (8/1/2019), dia membawa mobil itu dari Jember dengan tujuan Surabaya.

Keluarga juga sebenarnya tidak punya firasat apa-apa dan kaget menerima berita duka pagi tadi. Apalagi almarhum sebelumnya juga baru ikut tahlilan di rumah saudaranya di Jember yang meninggal dunia.

“Sebelum berangkat masih bergurau di sini dan masih ikut tahlilan,” kata paman korban, Dedi Sunarto.

Saat ini, para keluarga korban kecelakaan masih menunggu kedatangan jenazah dari Pasuruan untuk selanjutnya dikebumikan di TPU lingkungan setempat.

Diketahui, dalam kecelakaan minibus yang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Beji, Pasuruan, lima korban tewas sedangkan satu korban luka ringan. Korban luka bernama Saranya, warga Pesona Surya Milenia Jember, dan saat ini masih dirawat di RSUD Bangil.


Editor : Maria Christina