DPR Kritik Kerja Sama Kemdikbud dan Netflix

Felldy Utama ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 20:01:00 WIB
DPR Kritik Kerja Sama Kemdikbud dan Netflix
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono. (Foto: dok.pri)

JAKARTA, iNews.id – Langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggandeng Netflix dalam program Belajar dari Rumah mendapat kritikan dari DPRD. Kerja sama dengan penyedia layanan media streaming digital asal Amerika Serikat itu dinilai tidak seharusnya dilakukan karena industri kreatif di Tanah Air punya kemampuan setara atau bahkan lebih unggul.

Menurut Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono, kerja sama Kemdikbud-Netflik untuk mendukung program Belajar dari Rumah untuk Tahun Ajaran Baru 2020/2021, dapat mengancam eksistensi industri kreatif Tanah Air. Apalagi status hukum Netflix juga belum jelas.

“Saya yakin pekerja seni dan tenaga peneliti serta pengajar kita mampu membuat konten-konten yang tak kalah hebatnya dan lebih sesuai dengan kurikulum Indonesia," kata Dave Laksono, Kamis (18/6/2020).

Politikus Partai Golkar ini juga mengingatkan, Netflix belum memenuhi kewajiban kepada negara untuk membayar pajak. Bahkan, nilai pajak yang belum dibayarkan penyedia layanan streaming itu mencapai miliaran rupiah.

Dave berpendapat, kewajiban itu seharusnya diselesaikan terlebih dahulu. Kemdikbud juga semestinya memperhatikan hal-hal seperti ini.

Sementara Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Hardly Stefano menyampaikan hal senada. Menurut dia, sejumlah lembaga penyiaran di Indonesia telah memiliki program siaran yang dapat mendukung program Belajar dari Rumah.

Untuk menyiarkan program tersebut, hanya dibutuhkan penyesuaian konsep atau dapat juga membuat program siaran baru yang disupervisi oleh Kemdikbud agar dapat mendukung agenda pembelajaran jarak jauh itu.

Hardly mendesak agar Kemdikbud membuka ruang dialog terkait hal ini dengan KPI maupun lembaga penyiaran Tanah Air. Jika tidak, langkah Kemdikbud dikhawatirkan justru mengucilkan kemampuan lembaga di dalam negeri.

“Semoga kebijakan kolaborasi dengan Netflix bukan cerminan sikap inferior terhadap karya anak bangsa sendiri,” ucapnya.

Diketahui, Kemdikbud mengumumkan kerja sama mereka dengan Netflix untuk mendukung program Belajar dari Rumah untuk Tahun Ajaran Baru 2020/2021. Netflix akan menyiarkan film dokumenter mereka melalui siaran terestrial di TVRI.

Kerja sama ini menuai kritik dari berbagai kalangan. Netflix sampai saat ini tidak tunduk pada hukum nasional. Kemdikbud pun dianggap berseberangan dengan Kementerian Keuangan yang terus berupaya menarik pajak dari layanan streaming itu.

Editor : Maria Christina