get app
inews
Aa Text
Read Next : Razia Miras di Gresik Jelang Ramadhan, Puluhan Botol dan Sejumlah Orang Ditangkap

Dongkrak Potensi Wisata, Bandara Harun Thohir Bawean Perlu Perpanjangan Runway

Jumat, 01 November 2019 - 04:04:00 WIB
Dongkrak Potensi Wisata, Bandara Harun Thohir Bawean Perlu Perpanjangan Runway
Pesawat Susi Air mendarat di Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), Rabu (30/10.2019). (Foto: iNesw/Abdul Rochim)

GRESIK, iNews.id – Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), membutuhkan perpanjangan runway atau landasan pacu untuk mendukung pariwisata daerah ini. Saat ini, bandara hanya dilayani pesawat kecil Susi Air karena runway hanya sepanjang 937 meter.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid yang merupakan putra daerah Bawean mengatakan, agar Bandara Harun Thohir Bawean bisa didarati pesawat jenis ATR 72, landasan pacu bandara setidaknya antara 1.800 meter atau 1.400 meter. Namun, untuk memperpanjang runway juga bukan hal yang mudah melihat kondisi lahan di sekitar bandara.

”Di lahan itu ada tersisa sekitar 300 meter. Kalau itu dimaksimalkan, 1.600 meter. Tetapi karena dilihat di situ sudah menabrak rumah penduduk. Sebelah timurnya lagi sudah pantai. Barat pantai, timur pantai, jadi perpanjangan menjadi sulit kecuali harus mereklamasi,” kata Jazil di Bawean, Rabu (30/10/2019).

Jazil mengatakan, potensi wisata maritim Pulau Bawean cukup menjanjikan. Namun, pengembangan pariwisata belum optimal karena sarana dan prasarana penunjang yang masih minim, termasuk terbatasnya akses transportasi udara yang saat ini hanya dilayani pesawat kecil Susi Air. Itu pun tidak setiap hari ada penerbangan ke Bawean.

“Pulau Bawean memiliki potensi wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan. Karena selain wisata pantai, juga ada wisata alam pegunungan dan juga religi. Ada namanya Waliya Zainab, ada napak tilasnya, ada tempat peninggalan, ada masjidnya,” ujarnya.

Selain itu, ada Danau Kastoba, wisata air panas di Kepu, Pantai Mombhul, dan penangkaran rusa asli Bawean. Ada pula wisata laut Pulau Gili, mangrove dan pasir putih, Noko. Sementara di sebelah barat pulau ada Tanjung Selayar. Bawean juga memiliki potensi wisata kuliner hasil laut karena potensi ikan yang cukup melimpah.

”Penangkap ikan itu ada di sekitar pulau ini, tetapi bukan orang Bawean. Kalau orang (nelayan) Bawean itu yang pakai jukong-jukong itu yang kira-kira jarak tempuhnya itu berapa mil dari laut, langsung pulang lagi,” ujar Wakil Ketua Umum PKB ini.

Dia menambahkan, Bawean merupakan bagian dari Kabupaten Gresik yang umumnya menggunakan bahasa Madura. ”Tetapi orang Bawean lebih suka disebut orang Bawean. Orang Madura itu disebut sebagai etnis pendatang di pulau ini,” katanya.

Masyarakat Bawean juga merupakan masyarakat multietnis karena banyak pendatang juga berasal dari luar Jawa seperti Makassar. Ada juga etnis Palembang, dan Kalimantan.

Editor: Maria Christina

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut