Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud-KEK Singhasari Kerja Sama Program Link and Match

Yuswantoro ยท Minggu, 11 Oktober 2020 - 16:50:00 WIB
Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud-KEK Singhasari Kerja Sama Program Link and Match
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto usai penandatangaan nota kesepahaman dengan Direktur Utama PT IGT David Santoso disaksikan Pjs Bupati Malang Sjaichul Ghulam. (Foto: SINDOnews/Yuswantoro)

MALANG, iNews.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan sejumlah pemangku kepentingan untuk pengembangan ekonomi digital. Kerja sama program link and match ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan, kerja sama dengan KEK Singhasari ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Ditjen Kemendikbud agar dunia pendidikan tidak tertinggal jauh dengan perkembangan kemajuan industri.

Menurutnya, berbagai paket kegiatan telah dibuat dalam program kerja sama tersebut. Hal ini sebagai upaya untuk membangun jaringan dan kesepahaman antara dunia industri dengan pendidikan vokasi, serta bisa terus menjaga berkesinambungannya.

"Dalam pelaksanaan paket 'link and match', industri terlibat penuh dalam perencanaan pembelajaran, proses belajar dan evaluasi. Ini merupakan mekanisme kerja sama saling menguntungkan antara sekolah dengan industri," ujar Wikan Sakarinto, saat penandatanganan nota kesepahaman Kemendikbud dengan KEK Singhasari, Sabtu (10/10/2020).

Wikan menjelaskan, salah satu tujuan utama program paket "link and match" untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi agar relevan dengan kebutuhan industri. Sehingga akan berdampak kepada peningkatan dan penguatan kualitas peserta didik pendidikan vokasi.

"Saya mengapresiasi KEK Singhasari yang telah mengimplementasikan 'link and match'. Semoga kerja sama ini dapat ditiru dan diimpementasikan di daerah kawasan industri lainnya, serta di daerah yang bukan kawasan industri pula," katanya.

Wikan pun berharap, kemitraan strategis (strategic partnership) atau "link and match" antara pendidikan vokasi dengan DUDI, sedikitnya harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, permanen dan berkesinambungan, serta efektif dan efisien. Pelaksanaannya menuntut keterlibatan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, industri dan pengelola lembaga pendidikan dalam perencanaan maupun implementasinya.

Nota kesepahaman Kemendikbud dengan KEK Singhasari yang ditandatangani memuat tentang "Pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi". Selain itu perjanjian kerja sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pendidikan Vokasi.

Dalam acara tersebut, turut dihadiri juga Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Ketua Yayasan Pendidikan Telkom.

Direktur PT Intelegensia Grahatama (IGT), David Santoso selaku pengelola KEK Singhasari, mengatakan, penandatangan kerjasama ini bukan sebatas seremonial saja, namun akan terus dikawal untuk menghubungkan dan menyambungkan dunia pendidikan dengan dunia industri.

"Di KEK Singhasari, fokus mengembangkan teknologi informasi yang mendukung kemajuan ekonomi digital. Sehingga, kerjasama ini nantinya juga akan fokus pada pengembangan teknologi informasi di dunia pendidikan vokasi yang bisa menjawab tantangan dunia industri," tegasnya.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mewujudkan adanya kesinambungan antara pendidikan vokasi dengan dunia industri digital, salah satunya melalui berbagai pelatihan untuk para guru sekolah menengah kejuruan (SMK).

Sementara Pejabat sementara (Pjs) Bupati Malang, Sjaichul Ghulam menegaskan, pemkab malang, terus memberikan dukungan penuh terhadap KEK Singhasari. "Kami serius memberikan dukungan terhadap KEK Singhasari, karena ini penting untuk terus membangun ekonomi nasional," tegasnya.

KEK Pertama Bidang Pengembangan Teknologi

Ekonomi digital Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi yang terbesar di dunia. Tentunya, dibutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk mengelola potensi besar itu.

Upaya kerjasama untuk mewujudkan pengembangan ekonomi digital tersebut, salah satunya dibuktikan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud dengan KEK Singhasari dan sejumlah pemangku kepentingan.

KEK Singhasari tercatat sebagai KEK pertama di bidang pengembangan teknologi yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68/2019. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk pembangunan Indonesia lima tahun ke depan, di antaranya prioritas pada pembangunan SDM.

Oleh sebab itu, KEK Singhasari pun telah siap untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan SDM, menjadi bagian dalam transformasi ekonomi, berperan aktif dalam memfasilitasi pendidikan vokasi yang berdampingan dan berorientasi pada DUDI, serta melengkapi generasi milenial Indonesia dengan emerging skills.

Dengan aktivitas ekosistem digital yang terintegrasi di KEK Singhasari, maka diharapkan menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia menyongsong "Indonesia Emas 2045" melalui pendekatan integrated digital ecosystem (ekosistem digital yang terintegrasi). Pengembangan ekonomi digital di KEK Singhasari sendiri merujuk pada empat pilar utama yang dikenalkan World Bank, yaitu regulasi, infrastruktur, edukasi, dan inovasi.

Karenanya, kerja sama antara Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari dipandang sebagai langkah awal dalam dukungan KEK Singhasari untuk turut mengawal dan berkontribusi aktif dalam program "link and match". Sehingga, selanjutnya dapat terjalin mitra-mitra industri yang lebih banyak lagi di bawah naungan KEK Singhasari bagi SMK dan satuan pendidikan vokasi yang ada di sekitarnya dalam mewujudkan program sembilan paket "link and match".

Dengan menjalin kesepahaman dan kerja sama dengan Kemendikbud, KEK Singhasari diharapkan menjadi mitra industri bagi satuan pendidikan vokasi yang berperan aktif dalam, penyelarasan kurikulum; peningkatan kompetensi sumber daya manusia; pengembangan materi pelatihan; fasilitasi pendidik dari DU/DI; pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana; fasilitasi sertifikasi kompetensi; fasilitasi riset terapan; fasilitasi rekrutmen lulusan; fasilitasi pemberian beasiswa.

Dengan ruang lingkup kesepahaman dan kerja sama di atas, KEK Singhasari diharapkan menjadi tempat "link and match secara massal" antara dunia pendidikan dan DUDI pertama di sektor teknologi informasi dan komunikasi.

Sebelumnya, KEK Singhasari juga telah menandatangani nota kesepahaman dan rencana kerja sama dengan Politeknik Negeri Malang, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Yayasan Pendidikan Telkom.

Editor : Donald Karouw