Diserbu Ulat Grayak, Petani Jagung di Situbondo Terancam Gagal Panen

Riski Amirul Ahmad ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 15:48 WIB
Diserbu Ulat Grayak, Petani Jagung di Situbondo Terancam Gagal Panen
Ulat grayak atau ulat tentara yang menyerang tanaman jagung petani di Sotubondo, Jatim. (Foto: iNews/Riski Amirul Ahmad)

SITUBONDO, iNews.id - Petani jagung di Situbondo, Jawa Timur (Jatim) terancam gagal panen akibat seragan ulat grayak atau ulat tentara. Akibat hama tersebut, puluhan hektare ladang jagung di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa rusak dalam waktu singkat.

Bagi petani, hama ini dianggap ganas karena dapat merusak tanaman jagung seluas 1 hektare dalam waktu kurang dari 24 jam. Selain itu, ulat warna cokelat ini menyerang tanaman jagung yang berumur muda sekitar 10 hingga 30 hari.

Sementara untuk mengusir hama tersebut, petani mengaku kewalahan karena harus menggunakan pestisida khusus.

Ketua Kelompok Tani, Sayadi mengatakan, akibat serangan ulat ini dapat menurunkan hasil produksi petani sebanyak lebih dari 50 persen. Ulat ini juga bisa menyerang tanaman yang berumur tua.

"Biasanya yang diserang bagian pucuknya," katanya, Senin (22/6/2020).

Sementara data dari Dinas Pertanian dan perkebunan Kabupaten Situbondo Tahun 2020, ada sekitar 70 hektare tanaman petani yang terdampak serangan hama.

Petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, Sudiyono mengatakan untuk mengurangi beban petani, pihaknya memberikan bantuan cairan pestisida. Dengan program padat karya, masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp100.000.

"Untuk daerah ini ada 5,2 hektare lahan jagung yang diserang ulat grayak. Tapi di Kabupaten Situbondo ada 70,8 hektare. Bahkan untuk awal musim hujan, bisa mencapai ratusan hektare," katanya.


Editor : Umaya Khusniah