Dipanggil Makan Siang, Pekerja Ini Ternyata Sudah Tertimbun di Sumur Sedalam 20 Meter

Ahmad Subekhi ยท Senin, 29 Juni 2020 - 06:01 WIB
Dipanggil Makan Siang, Pekerja Ini Ternyata Sudah Tertimbun di Sumur Sedalam 20 Meter
Petugas BPBD dibantu kepolisian dan warga mengevakuasi jenazah pekerja dari dalam sumur di Desa Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Minggu (29/6/2020). (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PONOROGO, iNews.id – Seorang pekerja tewas di sumur sedalam 20 meter, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Minggu (28/6/2020). Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian dan dibantu warga menemukan jenazah korban tertimbun pasir dan tanah setebal lebih dari 3 meter.

Korban bernama Sumadi, warga Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo itu sebelumnya bekerja menggali sumur di Desa Babadan. Sumur sedalam 20 meter itu hendak ditambah lagi kedalamannya agar aliran air lebih lancar.

Penggali sumur itu bekerja sendirian. Diduga saat menggali, dinding sumur ambrol dan longsoran menimbun korban. Korban terjebak dan kehabisan oksigen sehingga langsung tewas.

Peristiwa ini baru diketahui pemilik sumur saat hendak makan siang. Karena tak juga muncul dari dalam sumur, pemilik sumur memanggil korban untuk makan siang. Saat pemilik menengok ke dalam sumur, dia pun kaget tidak lagi melihat sosok korban karena tertimbun material.

Pemilik sumur langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat. Petugas dari BPBD dan Kepolisian setempat, dibantu warga, kemudian berusaha mengevakuasi korban.

Namun, tebalnya material pasir dan tanah yang menimbun korban menyulitkan proses evakuasi. Petugas harus terlebih dulu mengangkat material pasir yang menimbun korban sedikit demi sedikit. Lebih dari satu truk pasir menimbun tubuh korban. Setelah lebih dari enam jam, korban baru berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Petugas kesulitan mengevakuasi karena kondisi tanah di sumur labil. Kemudian kedalaman sumur sekitar 25 meter. Material longsor itu juga menimbun korban sehingga evakuasi harus dilakukan secara manual. Kita singkirkan material, baru korban bisa dievakuasi,” kata Kapolsek Babadan Iptu Yudi Kristiawan.

Hasil pemeriksaan tim medis, tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Korban dipastikan murni mengalami kecelakaan kerja. Setelah diperiksa petugas medis, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Ternyata kejadian itu murni karena kecelakaan kerja. Korban tertimbun longsoran material saat menggali sumur,” kata Iptu Yudi Kristiawan.


Editor : Maria Christina