Dikenal Ancam Korban Pakai Celurit, Angggota Komplotan Perampok di Pasuruan Ditangkap

Lukman Hakim ยท Kamis, 16 Juli 2020 - 17:05 WIB
Dikenal Ancam Korban Pakai Celurit, Angggota Komplotan Perampok di Pasuruan Ditangkap
Tersangka Muhammad Nawawi saat diamankan di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (16/7/2020). (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)

SURABAYA, iNews.id – Anggota komplotan perampok sadis, Muhammad Nawawi (29), diamankan Polda Jawa Timur (Jatim). Pelaku yang beraksi bersama lima orang temannya dikenal sering membawa celurit dan mengancam korban dengan alat tersebut.

Rekam jejak dunia kriminal warga Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini pun cukup beragam. bersama kompolotannya, mereka merampok truk hingga mencuri emas. Saat melakukan aksinya, pelaku tak segan mengikat dan melakban mulut korban, hingga mengalungkan celurit. Korban pun ketakutan hingga mau melakukan perintah pelaku.

“Pelaku ini merupakan residivis perampokan toko emas di Indramayu. Salah satu rekan Nawawi juga sudah ditangkap dan diputus di pengadilan. Empat lainnya masih dalam kejaran petugas,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Kamis (16/7/2020).

Dari keterangan pelaku di hadapan penyidik, Nawawi bersama komplotannya telah mencuri di antaranya dua gelang emas masing-masing 40 gram, dan 20 gram. Kemudian, 20 gram kalung dan cincin emas 3 gram. Selanjutnya, uang Rp50 juta, handphone, sepeda motor sport, hingga truk.

“Pelaku beraksi di berbagai lokasi di Kabupaten Pasuruan. Saat ini kami masih dalami. Satu komplotan ada enam orang dan masih dalam proses pengembangan," kata Truno.

Truno menyatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan yang dterima polisi pada 8 November 2017 atas korban atas nama H Suyanto. Korban terluka parah hingga akhirnya meninggal dunia.

“Korban terluka akibat celurit hingga kritis. Korban saat itu diikat, dan dikalungi celurit, dan disuruh menunjukkan harta bendanya,” kata Truno.

Dalam kasus ini, Nawawi dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. "Yang jelas satu tersangka lainnya sudah putusan, dengan pasal yang sama. Ini tersangka kedua," ujar Truno.

Sementara itu, Nawawi di hadapan awak media mengatakan, dia membawa celurit untuk mengancam korban. Dalam komplotannya, dia bertugas mengancam korban dengan celurit.

Nawawi mengaku mengantongi keuntungan Rp10 juta setiap beraksi. Sedangkan barang hasil curian dijual kembali dan hasilnya dibagi sesama komplotan. "Saya dapat uang untuk makan saya sehari-hari,” ujarnya.


Editor : Maria Christina