Dijadikan Spammer, Ini Modus 18 Hacker Pembobol Kartu Kredit di Surabaya

Ihya Ulumuddin · Rabu, 04 Desember 2019 - 20:05:00 WIB
Dijadikan Spammer, Ini Modus 18 Hacker Pembobol Kartu Kredit di Surabaya
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menunjukkan barang bukti kejahatan 18 hacker, Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews.id/Ihya’ Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Belasan hacker (peretas) pembobol kartu kredit yang ditangkap Ditreskrimsus Polda Jatim direkrut menggunakan kedok cleaning service. Lowongan pekerjaan itu dipasang oleh ketua hacker, Hendra (24) melalui media sosial. Kualifikasinya pun sangat mudah.

Hanya lulusan SMK, sudah bisa melamar. Syaratnya, mereka mengerti komputer. Pengetahuan dasar inilah yang diperlukan Hendra untuk mengajari para karyawannya tentang dunia peretasan. 

“Mereka diseleksi dulu. Pelamar yang dianggap mampu, direkrut. Setelah itu mereka ditraining. Mereka diajari tentang spamming (cara mengirim email/iklan palsu) dan google.id dan sebagainya, sesuai dengan pembagian tugas," kata Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susetya, Rabu (4/12/2019).

Dalam prosesnya, mereka lantas dijadikan spammer. Setelah itu, mereka ditugasi mengirim berbagai penawaran akun developer kartu kredit secara acak. Caranya mereka mengiklankan produk orang, atau perusahaan luar. 

"Nah untuk mengiklankan, dia (perusahaan yang mengiklan) harus bayar, tapi bayarnya di google, dalam bentuk dolar. Uang iklan inilah yang dikeruk oleh para hacker ini," katanya. 

Cecep menjelaskan, para hacker ini awalnya menyasar korban secara acak. Namun, dalam perkembangannya mereka memilih warga negara Eropa dan Amerika. Alasannya, karena sistem perbankan di sana lebih mudah.

"(Perbankan di sana) bila nasabah yang punya katu kredit mengklaim tidak melakukan transaksi sesuatu, pihak bank punya kewajiban me-re-fund dana yang keluar dari nasabah. Jadi merasa tidak ada yang dirugikan," ujarnya. 

"Tapi UU ITE tidak melihat di situ, tapi kami melihat metode curang yang digunakan di dunia maya," ucapnya.

Diketahui, tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim meringkus 18 hacker pembobol kartu kredit. Para peretas ini digerebek di sebuah toko do kawasan Tandes. Di tempat itulah mereka menjalankan aksinya. 

Hasil penyelidikan polisi, para peretas ini sudah beraksi sejak tiga tahun lalu. Omsetnya cukup besar. Mencapai Rp500 juta/bulan.

Editor : Kastolani Marzuki