Diguyur Hujan Lebat, Jalan Selingkar Wilis Tulungagung Longsor Separuh

Antara ยท Kamis, 10 September 2020 - 14:28 WIB
Diguyur Hujan Lebat, Jalan Selingkar Wilis Tulungagung Longsor Separuh
Pengendara melintas di sisi jalan sirip Tulungagung-Trenggalek yang ambrol terseret longsor di Desa Kradinan, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (9/9/2020). (Foto: Antara)

TULUNGAGUNG, iNews.id - Jalan sirip di jalur Selingkar Wilis Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) ambrol terseret longsor. Peristiwa ini terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sepekan terakhir.

Longsor ini terjadi di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Rabu (9/9/2020). Longsor menyebabkan tanah penopang beton berlapis aspal di separuh badan jalan amblas hingga dasar jurang sedalam 15 meter.

Beruntung tidak ada kendaraan melintas saat kejadian. Selain itu, titik longsor juga jauh dari permukiman penduduk.

"Dua tahun lalu ruas ini sudah longsor dan dibenahi dengan cor beton berlapis aspal. Namun, karena di sekitar lokasi terdapat mata air, mengakibatkan tanah di sekitarnya terkikis dan terjadi longsor lagi," kata Sekretaris Desa Kradinan, Budi Prayogo.

Dia mengatakan, tanda-tanda pergerakan tanah di bawah cor beton aspal sebenarnya sudah diidentifikasi warga desa. Namun rupanya pergerakan tanah lebih cepat dari perkiraan.

Hingga pada puncaknya, usai hujan deras awal September, separuh badan jalan patah dan ambrol ke jurang. Akibatnya, akses jalan hanya tersisa separuhnya.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, BPBD Tulungagung bersama perangkat desa, warga dan dibantu TNI/Polri bergotong-royong memasang pengaman berupa pagar bambu, water barier di sekitar titik longsor. Tujuannya, agar kendaraan yang melintas tidak terperosok ke dalam lokasi longsor.

Jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat di Kecamatan Pagerwojo serta jalur alternatif untuk ke Trenggalek dan Ponorogo dari sisi utara. Jika jalan tersebut putus total, maka sebagian warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo akan terisolasi.

“Sebab tidak ada jalur alternatif menuju daerah bawah. Kalau sepeda motor mungkin masih bisa lewat alternatif lain, tapi kalau mobil sulit,” katanya.

Akses jalan tersebut rencana akan mulai dibangun pada 18 September mendatang. Dia pun berharap pembangunan dilakukan dengan maksimal, sehingga tidak mudah longsor atau rusak.

"Apalagi di situ ada mata airnya, kalau pondasi atau pancangnya tidak kuat akan mudah rusak," katanya.


Editor : Umaya Khusniah