Diduga Ada Korupsi Rp8,2 Miliar, Dirut dan Pejabat PDAM Ponorogo Dimintai Keterangan

Ahmad Subekhi ยท Jumat, 05 Juni 2020 - 11:29 WIB
Diduga Ada Korupsi Rp8,2 Miliar, Dirut dan Pejabat PDAM Ponorogo Dimintai Keterangan
Ilustrasi air PDAM. (Foto: Istimewa)

PONOROGO, iNews.id – Sejumlah pejabat dan direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) dipanggil tim pidana khusus (pidsus) kejaksaan negeri setempat. Pemanggilan berkaitan dengan dugaan korupsi yang merugikan negara senilai Rp8,2 miliar.

Dirut PDAM, Lardi dimintai keterangan terkait program hibah air minum dari dana APBN tahun 2016 sampai tahun 2018, selama dua hari. Selain dia, sejumlah kasi di PDAM juga sudah dimintai keterangan sebelumnya.

Selain dirut PDAM, Kepala kantor di tingkat kecamatan, pejabat di PDAM setempat juga sudah dimintai keterangan untuk mengungkap kasus ini. Meski dimintai keterangan,Direktur PDAM menolak memberi keterangan.

“Ini hanya klarifikasi saja, bukan apa-apa,” katanya sambil berlalu.

Kasi Intel Kejari Ponorogo, Ahmad Afandi mengatakan, penanganan kasus ini berawal dari laporan adanya dugaan penyimpangan dana program hibah air minum dari dana APBN. Untuk tahun 2016 sebesar Rp2 miliar, tahun 2017 Rp3,3 miliar dan tahun 2018 Rp2,9 miliar.

“Ada dugaan kasus korupsi dan ini kami lakukan, hanya bersifat undangan ke beberapa orang terkait,” katanya.

Dana dari Kementerian PUPR ini semacam subsidi kepada warga atau pelanggan PDAM untuk mendapat air bersih. Setiap calon pelanggan mendapat subsidi sebesar Rp2 juta dan Rp3 juta untuk pemasangan baru.

Ternyata, meski sudah ada bantuan, PDAM masih melakukan pungutan kepada sekitar 3.000an pelanggan. Pungutan inilah yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo.

Ahman mengatakan, pemanggilan ini sebagai tindak lanjut laporan masyarakat. Tahap saat ini masih sebatas mengumpulkan keterangan dan bukti.

Selain mengundang pejabat, tim kejaksaan juga melakukan pemeriksaan di lokasi. Sejumlah warga masih akan terus dipanggil untuk pengungkapan laporan dugaan korupsi ini.


Editor : Umaya Khusniah