Didemo karena Belum Tangkap Anak Kiai Pelaku Pencabulan Anak, Ini Kata Polda Jatim

Ihya Ulumuddin, Lukman Hakim ยท Rabu, 15 Juli 2020 - 15:13 WIB
Didemo karena Belum Tangkap Anak Kiai Pelaku Pencabulan Anak, Ini Kata Polda Jatim
Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Rabu (15/7/2020). (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)

SURABAYA, iNews.id - Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual berdemonstrasi di depan Mapolda Jawa Timur (Jatim) Jalan Ahmad Yani, Rabu (15/7/2020). Mereka mempertanyakan Polda Jatim yang belum juga menangkap anak kiai di Jombang yang menjadi tersangka dugaan pencabulan santriwati.

Menyikapi tuntutan tersebut, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan, pihaknya tengah melengkapi berkas penyidikan. Sebelumnya, berkas tersebut telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim sejak 13 Maret. Namun, berkas dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena tidak lengkap.

"Berkas kasus masih kami lengkapi sesuai petunjuk JPU," kata Pitra Ratulangi di Surabaya, Rabu (15/7/2020).

Terkait kendala yang hadapi penyidik, Pitra mengatakan pihaknya tidak mengalami kendala apapun. Saat ini, pihaknya akan berupaya agar kasus ini segera rampung sehingga bisa diserahkan ke Kejati Jatim. "Kita upayakan lengkapi berkas sesuai petunjuk JPU.Tidak ada (kendala)," ujarnya.

Sementara Kejati Jatim mengaku belum menerima kembali berkas dari penyidik Polda Jatim. Kejaksaan masih menunggu penyidik Polda Jatim melengkapi berkas tersebut untuk diteliti.

“Berkas tersebut masih dalam tahap pra penuntutan. Sehingga, masih perlu data tambahan atau masih lemah untuk diteliti,” kata Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Herry Ahmad Pribadi, Rabu (15/7/2020).

Diketahui, MSA merupakan warga Desa Losari,Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. MSA disebut-sebut sebagai pengurus ponpes di Jombang. Dia dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan anak di bawah umur pada 29 Oktober 2019.

MSA diketahui menjadi tersangka berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bernomor B/175/XI/RES.124/2019/Satreskrim Polres Jombang tertanggal 12 November 2019.

Dalam SPDP tersebut, MSA dijerat Pasal 285 atau Pasal 294 ayat 1 dan 2 ke-2e KUHP. Informasi yang dihimpun, dugaan pencabulan itu terjadi saat korban melamar menjadi karyawan klinik rumah sehat ponpes. Praktik asusila berlangsung saat proses interview calon karyawan. Dalam kasus ini, terlapor MSA sebagai pimpinan telah ditetapkan sebagai tersangka.


Editor : Maria Christina