Depresi, Janda Muda di Bangkalan Madura Bunuh Diri usai Diperkosa 8 Pemuda

Taufik Syahrawi ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 06:55 WIB
Depresi, Janda Muda di Bangkalan Madura Bunuh Diri usai Diperkosa 8 Pemuda
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra saat ekspose kedelapan pelaku pemerkosaan. (Foto: iNews/Taufik Syahrawi)

BANGKALAN, iNews.id - Seorang janda muda berusia 21 tahun asal Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur nekat mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Dia diduga depresi dan menanggung malu usai diperkosa secara bergiliran oleh delapan pemuda. 

Polisi yang menerima laporan peristiwa ini bergerak cepat dengan menangkap kedelapan pelaku. Mereka telah ditetapkan tersangka dan terus didalami kemungkinan adanya pelaku lain.

Ibu korban bernama Misna menceritakan, anaknya menjadi korban pemerkosaan saat pulang usai berbelanja di minimarket. Dia ketika itu diantar temannya, namun di jalan dihadang para pelaku. Teman laki-laki korban diancam para pelaku dan disuruh pulang, sedangkan korban dibawa ke atas bukit.

Janda muda dengan satu anak ini tak berdaya. Di atas bukit, dia diperkosa bergilirian kedelapan pelaku dari malam hingga subuh. Korban berhasil kabur setelah berpura-pura hendak kencing. Dia kemudian lari ke rumah dalam kondisi masih telanjangg dan mengadukan kejadian tersebut kepada orang tua yang selanjutnya diteruskan ke polisi.

"Kami sempat mendapat ancaman pembunuhan dari telepon karena melaporkan kasus ini ke polisi," ujarnya.

Seusai melapor, korban yang malu dan depresi pun memilih bunuh diri.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, setelah mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan warga, polisi lalu memburu para tersangka. Kedelapan orang terseut ditangkap anggota Polres Bangkalan.

Ironisnya, dari delapan tersangka ini, dua di antaranya masih di bawah umur, yakni JC (14) dan tersangka AR (17). Keduanya turut memperkosa korban dan memegangi tangan serta kakinya.

Hasil penyelidikan, delapan tersangka melakukan perbuatan bejat tersebut dalam kondisi sadar, tidak di bawah pengaruh minuman keras atau narkoba. Aksi ini juga telah direncanakan sebelumnya oleh para tersangka.

"Kami rekap ulang berkas perkara dan akan akan segera melakukan reka ulang kejadian. Jika kondisi tidak memungkinkan, lokasi reka ulang tidak akan digelar di lokasi kejadian," katanya, Jumat (10/7/2020).

Sementara terkait jumlah pelaku, hingga detik ini masih delapan orang. "Kami bekerja sesuai fakta penyelidikan dan tidak bisa menduga-duga. Sampai saat ini ada delapan tersangka," ujarnya.


Editor : Donald Karouw