Demo Tuntut Papua Merdeka di Malang Berakhir Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Terluka

Ihya Ulumuddin, Deni Irwansyah ยท Kamis, 15 Agustus 2019 - 13:43 WIB
Demo Tuntut Papua Merdeka di Malang Berakhir Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Terluka
Mahasiswa yang berdemonstrasi menuntut Papua merdeka, terlibat bentrok dengan warga setempat di Kota Malang, Jatim, Kamis (15/8/2019). (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Aksi demo Papua Merdeka di Jalan Basuki Rahmat Kota Malang, berakhir ricuh, Kamis (15/8/2019). Para mahasiswa peserta aksi terlibat bentrok dengan warga. Mereka saling lempar batu dan baku hantam sehingga beberapa orang terluka.

Tak hanya itu, keributan di utama Kota Malang ini membuat pengguna jalan ketakutan. Sejumlah pemilik toko di sepanjang jalan bahkan berlari ketakutan. Mereka memilih bersembunyi dan menutup toko mereka.

Bentrok mahasiswa dan warga ini berlangsung cukup sengit. Beruntung sejumlah aparat kepolisian cepat menghalau sehingga bentrok bisa diredam.


Informasi yang dihimpun iNews.id menyebutkan, bentrok terjadi lantaran ratusan mahasiswa memblokade jalan. Akibatnya aktivitas warga terganggu. Kondisi ini membuat warga sekitar marah dan meminta mahasiswa bubar.

Namun, bukannya bubar, kelompok yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) ini malah bertahan dan meneruskan aksinya. “Mereka berdemo, menuntut Papua merdeka. Tetapi dengan cara memblokade jalan. Ini yang membuat warga marah,” kata salah seorang warga.

Sebagaimana disampaikan peserta aksi dalam orasinya, mereka menuntut referendum. Masa mendesak pemerintah Indonesia memberikan kebebasan bagi rakyat Papua untuk menentukan sendiri nasibnya. “Pemerintah Indonesia telah melanggar pasal 18 dalam Newyork Agreement pada 15 Agustus 1962 silam,” kata salah satu pengunjuk rasa.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, keributan antara mahasiswa peserta aksi dan warga sudah bisa diredam. Namun, Asfuri mengakui ada sejumlah korban akibat keributan itu, baik dari kalangan warga, mahasiswa maupun aparat.

“(Keributan) sudah bisa diredam. Mereka yang terluka juga langsung dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan,” katanya.

Untuk menghindari keributan lebih luas, Asfuri mengatakan telah membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa AMP tersebut. Apalagi, demonstrasi tersebut juga menjurus pada disintegrasi bangsa. “Demo ini mengancam persatuan Indonesia. Karena itu kami bubarkan,” katanya.


Editor : Maria Christina